Rabu, 08 Juli 2015

Pengorbanan itu Kewajiban

(: RENUNGAN SEJENAK :) #1

Teriknya matahari di siang hari saat musim panas di sebuah padang pasir memang tak dapat ditahan lagi olehnya. Dia butuh air. Sepanjang mata memandang hanya padang pasir yang terlihat. Terus langkah kaki berjalan hingga sudut matanya melihat sebuah titik hitam. Ada sesuatu di sana. Dengan langkah dipercepat, ia pun menghampiri titik hitam tadi yang ternyata adalah sebuah kendi dan pompa air. Pompa air tersebut rusak, sedangkan kendi terisi penuh dengan air
Di kendi tertempel sebuah kertas memo yang bertuliskan, “Sahabat, pompa air tersebut rusak tapi masih bisa digunakan untuk memompa air ke permukaan dengan pemancing air yang ada di kendi ini. Silahkan jika air kendi ini akan kau gunakan tapi tolong isi penuh kembali kendi ini jika sudah.”
Dia pun berpikir keras, apakah akan mengikuti instruksi tersebut atau tidak. Jika ia mengikuti petunjuk dalam memo tersebut dan berhasil mengeluarkan air dari pompa tersebut maka aman. Tapi jika sebaliknya yang terjadi bagaimana. Semua air yang di kendi sudah digunakan untuk memancing air yang ada di dalam tanah tapi pompa air tersebut tetap tidak mengeluarkan air padahal dirinya sangat kehausan dan semua air sudah digunakan. Apakah dirinya akan mengambil resiko sebesar itu kah? Dia pun bingung . . ,
Akhirnya dengan membaca basmallah, dia pun mengambil sebuah sikap. Mengikuti petunjuk yang tertempel di kendi tersebut. Di awali dengan membuka gabus penutup kendi dan menuangkannya ke pompa air. Hasilnya apapun dia akan terima, semua ia serahkan kepada Allah SWT.
Ketika semua air dalam kendi sudah kosong dan pompa air ia gerakkan, alhamdulillah dengan kehendak Allah SWT, pompa air tersebut mengeluarkan air yang melimpah. Setelah cukup meminumnya, ia pun tak lupa mengisi kembali kendi yang terletak disamping pompa air tadi. Dan menambahkan sebuah catatan, “Terima kasih sahabat, aku sudag mengikuti petunjukmu dan itu bekerja.”

Hikmahnya adalah terkadang kita harus berani mengorbankan segalanya untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari sebelumnya.

Ramadhan Bersama Kalian


Ramadhan ya Ramadhan . . .
Marhaban ya Ramadhan . . .
Alhamdulillah masih bertemu dengan Ramadhan tahun ini. Ramadhan bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan.
Ramadhan ini adalah Ramadhan yang penuh dengan cerita. Berawal dari agenda tahunan H-1 Ramadhan yaitu Cucurak ke-3 bersama Genk Cucurak. Hahaha gak nyangka cucuraknya udah sampe ke tahun ke 3 aja. Semoga tahun depan masih berlanjut dan tentunya dalam keadaan yang lebih baik dari tahun ini. Ada satu hal yang paling membekas di hati yakni hari lahirku pun tahun ini jatuh di bulan Ramadhan. Senengnya bisa berganti umur di bulan Ramadhan bulan penuh dengan berkah Allah SWT. ^_^ Melewati pergantian umur bersama kalian teman-teman seperjuangan di tanah Sunda (red : Bogor).
Ohya, Ramadhan ini juga dilalui di tempat kontrakan baru. Amanah baru bersama Shinobi Kesmah. Kesmah yang baru berusia 6 bulan. Kesmah yang baru dan Kesmah yang masih bayi, hihihi
Selamat menjalankan ibadah puasa Shikes. Di kampus kah, di tempat KKP kah, di kampung halaman kah, tetep niatkan puasanya hanya karena Allah SWT yaa. Luruskan niat HARUS.
Bentar lagi Hari Raya idul Fitri akan tiba. Mohon maaf lahir batin ya Shikes J

#terusemangaterus

@bemkmipb_kesmah

Minggu, 05 Juli 2015

Mana yang Sesungguhnya Teman

(: Renungan Sejenak :)

Di sana di daerah padang rumput nan hijau, ditengah-tengahnya terdapat sebuah pohon yang tumbuh menjulang tinggi. Pohon yang begitu lebat daun hijaunya dan cantik dengan warna kuning buahnya yang sudah masak. Begitu indahnya pohon tersebut sehingga mengundang datangnya burung jalak dan berkata, “Indah sekali duhai kau wahai pohon. Daunmu begitu lebat dan hijau. Buahmu begitu banyak dan cantik dengan warna kuningnya karena sudah masak.”

Mendengar pujian dari Sang Burung Jalak, pohon pun tersanjung dan menjawa, “Jika memang begitu, tinggalah wahai burung Jalak di pohonku ini.” Dengan senang hati Sang Burung Jalak pun tinggal di pohon tersebut.

Ternyata keindahan Sang Pohon terdengar sampai ke Burung Kenari sehingga Burung Kenari mendatangi Sang Pohon dan menyanyikan lagu indah untuk Sang Pohon. Sang Pohon pun tersanjung dan meminta Burung Kenari untuk menyanyikan lagu indah tersebut setiap hari. Burung Kenari menyanggupi permintaan pohon indah tersebut, sehingga setiap harinya Burung Kenari selalu mendatangi Pohon untuk menyanjung Sang Pohon lewat lagunya.

Suatu hari daun sang Pohon menguning dan mulai berguguran. Buahnya mulai berjatuhan dan tangkai pohonnya pun mulai mengkerut. Karena kondisi ini, Burung Jalak pun pergi meninggalkan Sang Pohon dan Burung Kenari tidak lagi dateng untuk menyanyikan lagu. Tapi kondisi ini mengundang Burung Pelatuk dan mematuki batang pohon tersebut. Sang Pohon berteriak kesakitan karena batangnya dipatuki Sang Burung Pelatuk. Begitu keras teriakan pohon tapi Burung Pelatuk tidak menghiraukannya dan terus mematuki batang pohon tersebut.


Ternyata Sang Burung Pelatuk mematuki Pohon karena hendak memakan semua ulat yang ada di dalam batang pohon tersebut. Setelah semua ulat habis dimakan Burung Pelatuk, Sang Pohon sedikit demi sedikit sehat kembali. Pucuk daun muda pun mulai terlihat dan daunnya semakin hari semakin lebat kembali. Hingga Sang Pohon berbuah lagi seperti semula menjadi Sang Pohon yang indah lagi di tengah padang rumput.

Hikmahnya adalah . . . . 

#nasehateman
#terusemangaterus

Jumat, 03 Juli 2015

(: INFO BEASISWA :)

TIPS SAAT MENDAFTAR BEASISWA
@bemkmipb_kesmah

Pendidikan adalah hak segala bangsa. Berawal dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga berlanjut ke jenjang kuliah di Perguruan Tinggi. Banyak generasi muda yang tidak melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang Perguruan Tinggi karena alasan keterbatasan ekonomi.
“Tidak ada biaya untuk kuliah.”
“Kuliah mahal, gak ada uang orang tua ku”
“Kuliah ngabisin banyak uang, mending kerja aja setelah lulus SMA”
dsb.....
Itulah tantangannya. Semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin banyak pula rintangan yang harus dihadapi. Padahal jika generasi muda tahu, pasti ada solusi dari masalah tersebut. Salah satunya adalah coba mendaftar #BEASISWA. Contohnya saja di Institut Pertanian Bogor, kampus kita. Ada banyak beasiswa yang bisa di apply oleh semua mahasiswa IPB baik tingkat pertama ataupun tingkat akhir. Kategori #BEASISWA dibagi menjadi 4 yakni beasiswa prestasi, beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu, beasiswa penelitian dan beastudi.
Beasiswa Prestasi diberikan sebagai apresiasi prestasi yang telah dicapai baik prestasi dalam akademik (ditunjukkan dengan IPK tinggi) maupun non akademik (ditunjukkan dengan adanya sertifikat kejuaraan yang pernah diikuti) contohnya PPA, Tanoto Foundation, Beswan Djarum, dsb
Beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu (ditunjukkan dengan adanya Surat Keterangan Tidak Mampu) dengan harapan dapat meringankan biaya hidup penerima beasiswanya dan membantu meringankan biaya kuliahnya juga). Contohnya Bidikmisi dan BBP.
Beasiswa penelitian merupakan beasiswa yang diperuntukkan mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalankan penelitiannya dengan harapan dapat membantu secara finansial penerima beasiswanya dalam menyelesaikan penelitiannya. Contohnya BIC dan beasiswa penelitian Jabar.
Beastudi adalah adalah beasiswa yang tidak hanya memberikan bantuan materi saja melainkan sekaligus mewajibkan penerima beasiswanya untuk mengikuti pelatihan dan pembinaan selama menerima beastudi tersebut. Contohnya Beastudi Muda PKPU dan PPSDMS.
Yang jelas ada 67 donatur beasiswa yang terdaftar di IPB. Dan asal generasi muda tahu, di IPB itu terkenal dengan slogan “Bukan Mahasiswa yang Mencari Beasiswa Melainkan Beasiswalah yang Mencari Mahasiswa.” Karena seperti tagline Direktorat Kemahasiswaan IPB à STUDENT FIRST : trust, respect, responsibility
Nah, walaupun beasiswa yang mencari mahasiswa, Ditmawa tidak asal menerima mahasiswa yang mendaftarkan diri. Tetep syarat dan ketentuan berlaku ya. Biasanya dalam seleksi beasiswa ada beberapa hal yang diperhatikan, diantaranya :
1.      Kelengkapan berkas (termasuk daftar online juga ya generasi muda). Kelengkapan berkas adalah hal pertama yang biasanya dicek dalam menyeleksi beasiswa. Berkasnya ada lengkap dan harus sudah daftar online juga.
2.      Gerbang penentu beasiswa. Jika beasiswa prestasi maka IPK lah yang selanjutnya dilihat. Memenuhikah IPK generasi muda pelamar beasiswa atau tidak. Jika beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu maka penghasilan kotor orangtualah yang dilihat setelah kelengkapan berkas (dikuatkan dengan adanya SKTM “Surat Keterangan Tidak Mampu”).
3.      Kebenaran informasi yang disampaikan. Hal ini dilihat dari kesesuaian info yang diberikan antara data diberkas dengan data online. Nah, jadi kalau generasi muda salah mengetik data saat online atau salah nulis diberkas, langsung konfirmasi ke pihak Ditmawa selaku penyeleksi beasiswa tersebut ya supaya tidak ada prasangka-prasangka yang bisa membatalkan generasi muda mendapatkan beasiswa tersebut.
4.      Tulisan dan kerapian berkas. Biasanya selain form online kan ada formulir yang harus diisi dengan tulisan tangan, nah, faktor kerapian tulisan juga berpengaruh lho generasi muda. Bukan penentu diterima atau tidaknya tapi bisa mempengaruhi penilaian panitia penyeleksi beasiswa untuk memberikan rekomendasi diterima atau tidaknya generasi muda di beasiswa tersebut. Kerapian dalam memyusun berkas juga bisa berpengaruh generasi muda. Karena hal tersebut menunjukkan karakter dan kepribadian diri generasi muda.
5.      Ketepatan waktu dalam mengumpulkan berkas. Siapa yang mengumpulkan berkas lebih dahulu tentunya akan mempunyai kesempatan lebih besar diterima dibandingkan dengan yang telat mengumpulkan berkas. Bahasa singkatnya siapa cepat dia dapat. Tentunya masih dengan memperhatikan empat poin sebelumnya.
Nah itu generasi muda lima hal yang biasanya diperhatikan saat menyeleksi beasiswa. Tentunya ada faktor lain juga yang mempengaruhi selain lima hal yang disebutkan di atas. Tetapi seringnya lima hal di ataslah yang menjadi pertimbangan utamanya. Ohya generasi muda, ada hal penting terakhir yang lupa disampaikan yakni perjuangan. Seberapa besar perjuangan generasi muda dalam mendapatkan beasiswa. Perjuangan / kegigihan generasi muda akan menjadi poin plus tersendiri yang terkadang bisa mempengaruhi direkomendasikan atau tidak pada beasiswa tersebut. Perjuangan / kegigihan ini menunjukkan seberapa butuh kah generasi muda terhadap beasiswa tersebut. Jadi jangan pernah berhenti berusaha kalau memang generasi muda membutuhkan dan meninginkan beasiswa tersebut.
Intinya, jadikan keterbataan ekonomi sebagai ALASAN TERAKHIR dalam menuntut ilmu (pendidikan). Karena selama ini, di IPB tidak ada mahasiswa yang dikeluarkan hanya karna tidak bisa bayar uang kuliah. Sekian.
Terima kasih
Suwun J

Munawaroh/H44110015
Sekretaris Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa
Badan Eksekutit Mahasiswa Keluarga Mahasiswa
@bemkmipb_kesmah

#KABARBEASISWA

Rabu, 24 Juni 2015

Menjadi Orang Terjauh Bagimu

Bismillah...
H – 1 menuju 22 tahun. Aku akan belajar untuk jujur pada diri sendiri. Mungkin tidak bisa ku sampaikan langsung, tapi hanya lewat tulisan. Tulisan ini aku buat karena ketidakmampuan hati untuk menyimpannya lagi. Terlalu berat dan terlalu sakit. Entah apa yang membuatnya begitu berat, tapi aku merasa hanya sampai disinilah keterbatasannku untuk menyimpannya. Belajar untuk melewati ketidakmampuanku untuk jujur pada diri sendiri.
Mungkin ketika kamu membaca tulisan ini, kamu akan menemukan “Mun” yang berbeda. Aku yang sudah tidak lagi berumur 21 tahun. Aku yang dulu selalu merasa tidak enak menolak permintaan teman. Aku yang dulu tidak bisa bilang tidak pada orang. Aku yang dulu tidak suka berdebat. Aku yang dulu tidak punya sikap. Setelah tulisan ini, mungkin aku tidak akan seperti itu lagi.
Terima kasih adalah kata pertama yang akan aku sampaikan padamu. Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepadaku untuk menjadi rekan seorganisasi. Terima kasih atas kepercayaannya. Terima kasih juga telah mewujudkan mimpi-mimpiku yang sempat tertunda. Banyak hal yang aku pelajari darimu tentang karakter seseorang, tentang pilihan dan tentang pentingnya untuk mempunyai sikap.
Kepercayaan adalah hal penting dalam berteman menurutku. Terkadang membutuhkan waktu untuk menumbuhkan rasa kepercayaan tersebut bagiku. Entah karena hal apa kesimpulanku terhadapmu adalah aku tidak percaya padamu. Tidak bisa percaya padamu. Dan sekarang semakin memantapkanku aku tidak mau percaya padamu. Apapun yang akan kau katakan, aku akan men-stop omonganmu. Karena aku yakin kamu tidak akan pernah melakukan apa yang kamu bicarakan. Aku mencoba mencegahmu menyampaikan janji-janji yang sebenarnya tidak akan kamu tepati. Supaya tidak menjadi beban pikiran bagimu ketika janji tersebut tidak bisa diwujudkan.
Mohon maaf adalah kata berikutnya yang akan aku sampaikan padamu. Jika kamu merasa aku berubah sikap padamu, ingin rasanya aku bertanya, “apa yang berubah??” Aku tetap bersikap seperti pada awalnya, seperti pada awal mula kau menawariku amanah mulia ini dengan 2 syarat yang aku ajukan dan kau terima, seperti pada awalnya aku belum bekerja satu team denganmu, seperti pada awal mula kau belum mengenalku. Mungkin karena itu kamu menganggapku berubah sikap padamu karena kau mengambil pilihan tersebut. Bukan. Seperti pada awalnya saat kau minta ijin untuk mengambil pilihan tersebut, itulah tanggapanku. Tidak ada yang tidak aku sampaikan.
Aku hanya minta satu kali. Aku hanya bertanya satu kali. Aku hanya menyampaikannya satu kali. Dan aku hanya memberikan kesempatan satu kali.
Aku menerima pilihan yang kau ambil. Aku memahami posisimu saat ini. Aku pun mengerti perasaanmu saat ini. Feelingku padamu selama ini tidak pernah salah. Hanya saja aku tidak akan bereaksi sama seperti dahulu. Karena itu memang sikap yang aku ambil. Sekarang ini aku sedang fokus menjaga nama baikmu di depan mereka yang kamu tinggalkan. Adek-adekku yang harusnya tidak mendapatkan cobaan seberat ini saat pengalaman pertama mereka di organisasi tingkat KM. Mencoba menggantikan peranmu waktu itu. Mencoba memberikan perhatian lebih kepada mereka yang dulu kau berikan pada mereka. Mencoba memenuhi kebutuhan mereka yang dulu selalu kau penuhi saat kau masih bersama mereka. Mencoba menggantikan peranmu dimata mereka dan tetap menjaga peranku juga di depan mereka. Butuh waktu bagi mereka untuk menerima keadaan baru ini. Berbeda dengan aku yang sudah berpengalaman dalam menghadapi kondisi seperti ini, tidak perlu waktu lama bagiku untuk mencerna kondisi dilema organisasi ini. Dan mungkin inilah salah satu alasan Allah SWT menyatukan aku dengan adek-adekku ini. Untuk membantu mereka melewati kondisi tersebut. Aku terlalu sayang pada mereka, dan tak akan aku biarkan kondisi ini berlarut-larut membuat mereka sedih. Semangat adek-adekku, Allah akan selalu menjaga kalian. Semoga kita semua termasuk umat yang disayangi oleh Allah SWT. Amin J
Satu hal lagi yang aku pahami darimu adalah aku dan kamu memang sangat berbeda. Kamu sangat suka politik, sedangkan aku tidak. Kamu gampang memperlihatkan perhatian di depan umum, sedangkan aku tidak. Kamu fleksible terhadap waktu, sedangkan aku harus ontime waktu. Kamu sangat mudah berubah pikiran, sedangkan aku tidak. Kamu yang mempunyai banyak prioritas sedangkan aku pilih-pilih prioritas. Kamu yang suka pedes, sedangkan aku sama sekali tidak. Kamu yang banyak makan, sedangkan aku tidak. Kamu yang suka show up, sedangkan aku tidak. Banyak hal yang berbeda diantara kamu dan aku. Baru ku sadari hal tersebut. Mohon maaf ini sikap yang aku ambil. Sepertinya aku lebih suka menjadi orang terjauh bagimu.

Terima kasih J

SEPOTONG EPISODE KENDALIOUS 48



Sepotong Episode Kendalious 48 #1 (23 Juni 2015)

Fokma Bahurekso Kendal – IPB angkatan 48 terdiri dari Fadhila Rifka Widati (AGH 48), Ardiyanto (ITK 48), Nur Rofiq (THH 48), M. Harba Kautsar (TIN 48), Nida Ashma Adilah (STK 48). Nurul Hidayah (KIM 48), M. Ulin Nuha (IE 48), Dani Prasetya Nugraha (AGB 48) dan Munawaroh (ESL 48). Dua personil dari s.embilan wali songo Kendalious 48 sudah menyandang gelar sarjana à Dani Prasetya Nugraha, SE dan M. Harba Kautsar, STP. Tujuh orang lagi dalam proses menuju gelar sarjana tersebut.


Bulan suci Ramadhan tahun ini tidak dilewatkan begitu saja oleh Kendalious 48 tanpa buka puasa bersama. Baru puasa kelima, tapi sudah tiga kali buka puasa bersama, hehe. Dan buka puasa yang kali ini kita full team bersembilan. Mulai dari nyiapin ta’jil bareng sampai masak bareng, dilakukan bersama-sama. Ta’jil yang disiapkan diantaranya tahu tempe tepung pedas (tahu biasa dan tahu bakso), es beteh degan (timun suri + kelapa muda + es batu + sirup Marjan). Setelah waktu adzan maghrib berkumandang dan puasa segera dibatalkan, sholat maghrib pun segera ditunaikan. Sholat maghrib berjama’ah J dikontrakan Kendalious 48 cewek. Beberapa melanjutkan tadarus dan segera taraweh setelah adzan isya’ berkumandang.
Karna menu makan berat belum siap waktu maghrib tiba, makan berat pun baru bisa dihidangkan setelah sholat isya’,hehee. Riweuhnya di dapur sangat terlihat saat semuanya berkumpul di dapur. Padahal yang memasak cuma dua orang. Yang lainnya bantu nyicipin soalnya,hahahaaa. Menu makan beratnya ada nasi putih yang dimasak dimagicom, telor dadar, semur iga sapi, tahu bakso dan yang gak boleh ketinggalan adalah sambel + kerupuk (kerupuk petis asli dari Kendal lhooo). Dimakan bersama Kendalious 48, wali songo Kendal, inilah yang membuat spesial dan istimewa ^_^

Dan yang tidak boleh ketinggalan kalau udah kumpul-kumpul gini adalah foto bareng. Sesi foto bersama untuk mengabadikan setiap hal yang sudah kita lalui bersama dalam bentuk image. Moment yang sangat amat penting ini sangat sayang jika dilewatkan begitu saja tanpa ada cerita yang mengabadikannya. Hingga tertulislah cerita ini. Cerita ini merupakan sepotong episode perjalanan Kendalious 48 di IPB. Sembilan anak perantauan dari Kendal yang berjuang menuntut ilmu di tanah Sunda. Tak terasa hampir 4 tahun kebersamaan ini dilewatkan Kendalious 48 sejak 25 Juni 2011 lalu.

#takkendalmakataksayang
#kendalious48

Minggu, 14 Juni 2015

SANDIWARA CINTA

Shaffix - Sandiwara cinta

Kala cinta pada manusia
adalah segalanya...

indahnya impian dan harapan
telah membutakan mata...

hingga menipuku dalam sandiwara sempurna
dan kudapat hanya luka mendalam yang sulit kusembuhkan

Kucoba seperti tak ada apa-apa
kucoba yakinkanku kan baik-baik saja
akhirnya kulelah bertahan
dan ingin kucurahkan sgala rasa kekecewaan

Reff:
Terasa menyesakan dada
kala cinta pada manusia
dikhianati tinggalkan ku sendiri
hanya air mata bicara
tanda hati hancur terluka
Kau masih saja menemani setia

tiada Kau lelah akan keluhan
tiada Kau marah karena bosan
mendengarkanku yang telah melupakan-Mu...
aku melupakan-Mu.....

kini aku mengerti bahwa
cinta-Mu saja yang tak akan pernah mengecewakanku...

Kembali ke reff