Rasanya hambar. Atau tepatnya tidak berasa apapun. Entahlah sejak kapan perasaan seperti ini menghinggapi relung hati paling dalamku. Sudah terlalu banyak harapan yang terabaikan. Sudah terlalu banyak harapan yang tak pernah sampai. Sudah terlalu banyak harapan yang tak berujung sesuai hati. Apakah salah jika semua harapan itu dilandasakan pada hati? Apakah salah jika semua harapan itu melibatkan hati? Apakah salah jika semua harapan itu terlalu jujur dan sepenuh hati?
Bukan. Bukan seperti itu. Nampaknya ini adalah sebuah perasaan yang dinamakan "kecewa". Ah, bolehkan disebut seperti itu? Bukankan kecewa itu hanya untuk orang yang saling mempercayai kan? Dua orang atau lebih yang sama-sama sudah saling tahu hingga naik ke tingkat atau level percaya. Seiring dengan kata percaya, bersiap-siaplah kata kecewa juga membuntuti disana. Bahkan kecewa juga bisa menghampiri diri sendiri nampaknya. Diri sendiri antara jiwa dan raga yang terkadang tidak seirama menimbulkan rasa kecewa pada diri sendiri. Ah, sudahlah. Membahas kata kecewa mengingatkan aku dengan lagu Bunga Citra Lestari yang berjudul Kecewa.
Ku ingin marah, melampiaskan
tapi ku hanyalah, sendiri disini
ingin ku tunjukkan pada siapa saja yang ada
bahwa hatiku kecewaaaaaaaa
Mungkin pada satu bait lagu Kecewa nya BCL cukup menggambarkan kecewa yang aku sampaikan sebelumnya di atas. Tapi pada bait-bait lainnya jelas tidak relevan. Karena kecewa disini adalah kecewa bukan hanya karena satu orang melainkan lebih ke kecewa karena perilaku. Bukan kecewa pada orangnya tapi lebih kepada perilaku yang ditunjukkan. Atau bisa dibilang kenapa sikap itu yang diambil. Ah, diriku, dirimu, dirinya dan mereka memang hanya manusia biasa yang punya peluang untuk melakukan suatu hal yang memunculkan kata kecewa. Bukankah sudah jelas disampaikan dalam Al - Qur'an kalau setiap manusia itu berperilaku sesuai dengan peringainya masing-masing dan Allah yang Maha Mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah.
Dan akhirnya memang benar adanya ketika aku meletakkan pengharapan pada manusia maka Allah akan timpakan pedihnya rasa kecewa. Karena sesungguhnya Allah cemburu. Allah cemburu, subhanallah......
Dan inilah hidup di dunia, yang hanya sebentar saja, yang hanya penuh dengan sandiwara, yang penuh dengan teka-teki, yang penuh dengan misteri ilahi, yang penuh dengan senda gurau belaka. Karena sesungguhnya hidup yang kekal abadi adalah kehidupan di akhirat. Maka berlomba-lombalah dalam mengumpulkan bekal untuk menuju ke akhirat.
Aku berharap kita semua bisa berkumpul kembali diakhirat nanti, di surgaNya Allah SWT, insyaallah. Amin ya Rabbal'alamin.
Blog sederhana ini sebagai wadah catatan-catatan yang sengaja dipublikasikan untuk mengabadikannya. Berharap ketika waktu sudah berlalu nanti, kenangan-kenangan yang tercatat di blog ini bisa menginspirasi pembacanya, walau sekedar tersenyum saat membacanya. Semoga silaturahmi bisa terus terjaga. Amin...
Minggu, 01 Juli 2018
Sabtu, 21 April 2018
ISI HATI ZAHRA
Hai, perkenalkan aku Zahra :)
Ini pertama kalinya aku menyadari
sesuatu.
Aaaah, bukan. Sepertinya aku
belum juga sadar. Jika aku bilang “entah ini apa namanya” sepertinya aku
berbohong. Sebenarnya aku tahu dan sadar, tapi aku menolak untuk menerimanya.
Aku pikir ini bukan pertama kalinya
aku menolak perasaan seperti ini, jadi pikirku aku akan bisa dan mudah
menghapusnya. Yaaa, aku berhasil untuk menutupinya, itu harapanku. Tapi entah
apakah dia tak menyadari yang terjadi pada urusan hatiku ini. Sesekali aku
mencuri pandang ke wajahnya dan mencoba untuk menatap matanya, berharap tidak
akan ada apa-apa seperti pertama kali aku mengenalnya kala itu. Tapi baru
sekian detik aku melihat wajahnya, sepertinya aku tak sanggup dan meleleh
disaat bersamaan dengan munculnya senyum di wajahnya.
Astagfirullahal’adzim
Astagfirullahal’adzim
Astagfirullahal’adzim
Ini apa ya Allah pikirku seketika
sambil mengalihkan wajahku ke laptop lagi. Berusaha mengalihkan pandangan ke
video yang sedang aku buka di YouTube dan mencoba menyampaikan komentarku tentang
video tersebut kepadanya. Semoga dia tidak melihat raut mukaku yang berubah
memerah ataupun suara degup jantungku ini ya Allah. Selama sesi ngobrol itu aku
yakin, hanya dua kali aku sanggup menatap wajahnya. Selebihnya pandangan mataku
mencoba beralih ke laptop ataupun sketchbook yang ada disampingku.
Ya Allah, begitu indah makhluk
ciptaan-Mu yang satu ini ya Allah. Senyumnya,
suaranya dan semua yang dia lakukan berhasil menawan hatiku ini tanpa permisi.
Ini berbahaya, gawat pikirku. Aku harus segera mencari alasan untuk tidak
menyukainya agar urusan hatiku ini bisa segera diakhiri. Belum saatnya dan
mungkin jika saatnya tiba pun aku dan dia tidak akan bisa bersama ataupun
bersatu. Jadi baiknya memang seperti ini, sebelum rasa ini makin tak terbendungkan,
aku pikir harus segera delete all.
Khawatir sepertinya tidak akan bertamu di hatiku karena urusan menutupi hati, delete all, dan sebagainya adalah
keahlianku.
Maaf karena tanpa ijin sudah
menyukaimu padahal suku kita jelas berbeda, usiapun tak sama, Pendidikan juga
sepertinya dia lebih tinggi karena fastrack
adalah pilihannya. Cukup rasa kagum ini hanya menjadi rasa kagumku
terhadapnya karena mengagumi ciptaan Allah SWT yang maha sempurna bagiku.
Do'aku : Selamat untuk fastracknya, semoga
dilancarkan dan mudah-mudahan bias segera selesai sehingga bisa membahagaikan
kedua orangtua.
Terima kasih atas kehadirannya
dalam sepotong kehidupanku di dunia ini. Terima kasih atas perasaan kagum tanpa
alasan yang kau berikan dengan munculnya dirimu. Aku berharap kebahagiaan
senantiasa mengiringi langkahnya dan hobby nya dalam perjalanan hidupnya. Amin
Jumat, 30 Maret 2018
Langit dan Hati
Bagaikan langit disore hari,
Berwarna biru, sebiru hatiku
Terdengar seperti sebuah lagu ya sepertinya. Dan memang itu lagunya Bunda Melly Goeslow :)
Padahal bukan itu maksud dari judul "langit dan hati" yang akan aku tulis. Iya bukan. Tapi lebih ke langit dan hati itu sendiri tanpa melibatkan aku
Hal ini baru tersadar olehku ketika selesai sholat dhuhur di Masjid Rektorat IPB.
Menatap birunya langit dan tangguhnya gedung Rektorat IPB yang memang memiliki bentuk unik piramid nya.
Anggun pikirku.
Tapi sekita langit pun berubah menjadi gelap keabuan karena mendung telah datang ketika selesai sholat ashar. Dan tentunya masih di lokasi yang sama. Langit di atas Rektorat IPB. Perlahan tapi pasti langit pun menjadi keabuan merata dan seperti mata yang tak dapat lagi menampung penuhnya air yang dibawa sang mendung, hujan pun jatuh. Jatuh ke bumi dengan tanpa bersalah. Tak lama setelah satu jam semua air yang ditampung mendung jatuh ke bumi, langit pun kembali cerah tanpa sang mendung. Bukan biru. Bukan
Melainkan kuning orange terpancar karena terpaan matahari sore. Langit sore memang keren, langit setelah hujan juga cantik, tapi paling keren memang langit sore setelah hujan. Luar biasa
Sesekali langit dihiasi oleh pelangi yang melengkung luwes di langit. Biasanya bulan April sang pelangi akan muncul. Tunggu ya, semoga April 2018 ini sang pelangi muncul lagi menemani si langit.
Aaaah, baru sadar langit yang sering berubah ubah itu tak lain dan tak bukan mirip dengan hati manusia yang penuh dengan perasaan bermacam macam.
Langit. Hati. Langit. Hati. Langit = Hati
Berwarna biru, sebiru hatiku
Terdengar seperti sebuah lagu ya sepertinya. Dan memang itu lagunya Bunda Melly Goeslow :)
Padahal bukan itu maksud dari judul "langit dan hati" yang akan aku tulis. Iya bukan. Tapi lebih ke langit dan hati itu sendiri tanpa melibatkan aku
Hal ini baru tersadar olehku ketika selesai sholat dhuhur di Masjid Rektorat IPB.
Menatap birunya langit dan tangguhnya gedung Rektorat IPB yang memang memiliki bentuk unik piramid nya.
Anggun pikirku.
Tapi sekita langit pun berubah menjadi gelap keabuan karena mendung telah datang ketika selesai sholat ashar. Dan tentunya masih di lokasi yang sama. Langit di atas Rektorat IPB. Perlahan tapi pasti langit pun menjadi keabuan merata dan seperti mata yang tak dapat lagi menampung penuhnya air yang dibawa sang mendung, hujan pun jatuh. Jatuh ke bumi dengan tanpa bersalah. Tak lama setelah satu jam semua air yang ditampung mendung jatuh ke bumi, langit pun kembali cerah tanpa sang mendung. Bukan biru. Bukan
Melainkan kuning orange terpancar karena terpaan matahari sore. Langit sore memang keren, langit setelah hujan juga cantik, tapi paling keren memang langit sore setelah hujan. Luar biasa
Sesekali langit dihiasi oleh pelangi yang melengkung luwes di langit. Biasanya bulan April sang pelangi akan muncul. Tunggu ya, semoga April 2018 ini sang pelangi muncul lagi menemani si langit.
Aaaah, baru sadar langit yang sering berubah ubah itu tak lain dan tak bukan mirip dengan hati manusia yang penuh dengan perasaan bermacam macam.
Langit. Hati. Langit. Hati. Langit = Hati
Sabtu, 17 Maret 2018
Rindu Sawarna
Bintang. Terang. Bertebaran di gelapnya langit
Udara ini
atau tepatnya angin ini
seakan menyapaku.
Hai, kamu yang ada di jendela
Begitu juga sang bintang
Hai, kamu yang waktu itu menatapku di Sawarna kan?
Hanya diam yang bisa ku jawabkan.
Karena sapaan itu tanpa sadar membuaku rindu
Rindu akan kisah di Sawarna itu
Dalam hati ku katakan, titip salam untuk mereka ya yang disana
Sampaikan terima kasih atas kenangan yang sudah dilukis
Terima kasih juga angin dan bintang sudah menyimpan kenangan itu
Berharap bintang dan angin akan menyampaikan salamku
Padahal itu tidak akan terjadi.
Tapi tetap kukatakan dalam hati saja.
Biarpun tahun berganti tahun sudah terlewati
Biarpun keberadaan sudah menebar ke seluruh penjuru bumi
Biarpun status sudah berubah
Biarpun umur sudah bertambah
Biarpun kemampuan diri sudah semakin berkembang
Biarpun kedewasaan juga semakin matang
Biarpun rutinitas sudah berganti
Biarpun prioritas sudah berubah
Biarpun masa lalu sudah berlalu
Biarpun masa kini sedang berjalan
Biarpun masa depan sudah menati
Kisah di Sawarna kali itu tetap berkesan
Semakin berkesan dengan nilai kenangannya seiring bertambahnya waktu.
Rindu Sawarna.
Udara ini
atau tepatnya angin ini
seakan menyapaku.
Hai, kamu yang ada di jendela
Begitu juga sang bintang
Hai, kamu yang waktu itu menatapku di Sawarna kan?
Hanya diam yang bisa ku jawabkan.
Karena sapaan itu tanpa sadar membuaku rindu
Rindu akan kisah di Sawarna itu
Dalam hati ku katakan, titip salam untuk mereka ya yang disana
Sampaikan terima kasih atas kenangan yang sudah dilukis
Terima kasih juga angin dan bintang sudah menyimpan kenangan itu
Berharap bintang dan angin akan menyampaikan salamku
Padahal itu tidak akan terjadi.
Tapi tetap kukatakan dalam hati saja.
Biarpun tahun berganti tahun sudah terlewati
Biarpun keberadaan sudah menebar ke seluruh penjuru bumi
Biarpun status sudah berubah
Biarpun umur sudah bertambah
Biarpun kemampuan diri sudah semakin berkembang
Biarpun kedewasaan juga semakin matang
Biarpun rutinitas sudah berganti
Biarpun prioritas sudah berubah
Biarpun masa lalu sudah berlalu
Biarpun masa kini sedang berjalan
Biarpun masa depan sudah menati
Kisah di Sawarna kali itu tetap berkesan
Semakin berkesan dengan nilai kenangannya seiring bertambahnya waktu.
Rindu Sawarna.
Kamis, 15 Maret 2018
Ia Punya Banyak Cara
Benar.
Sore ini memang tampak lebih cerah dari sore-sore biasanya.
Langit biru
Awan merah keabu-abuan
Gunung di Selatan masih tampak sangat jelas
Seakan Ia ingin menyampaikan sesuatu
Melalui alam
Jangan sedih. Jangan marah.
Aaah, jadi malu pikirku.
Bahkan alam saja tak mengijinkan aku sedih dan marah.
Betapa Ia sangat menyayangi hamba-Nya
Hingga tak ingin melihat hamba-Nya sedih dan marah
Aaah, betapa engkau Maha Romantis ya Allah
Begitu banyak caramu membuat hambamu yang biasa saja ini selalu bersyukur
Selalu mengingat-Mu
Selalu merindukan-Mu
dan selalu selalu selalu ingin terus mendekat kepada-Mu
Betapa banyak cara-Mu
Rabu, 07 Maret 2018
Menurutku, ini juga "Tuhan Maha Romantis"
"Cinta adalah memberi, maka ketika cinta kita ditolak, yang ada hanyalah kesempatan memberi yang lewat". Itulah salah satu kutipan dari novel "Mahar untuk Maharani" karya Azhar Nurun Ala pada bab 48.
Mahar untuk Maharani : kisah cinta seorang sarjana yang memilih hidup sebagai petani.
Menurutku, novel tersebut juga menunjukkan betapa "Tuhan itu Maha Romantis". Ketika manusia sudah sedemikian rupa merencanakan terkait masa depan dan sudah meyakini bahwa rencana tersebut adalah yang terbaik untuk kita, jika Allah berkehendak lain maka rencana Allah lah yang terbaik untuk kita. Begitu halnya dengan kondisi Salman yang sudah berjuang dengan keras untuk menjemput Maharani, tapi nampaknya ada tahapan yang dilupakan oleh Salman. Hal tersebut adalah tawakal (berserah diri kepada Allah SWT). Hingga di akhir cerita terkuaklah bahwa Maharani tidak menikah dengan Salman ataupun Dimas. Melainkan dengan Mas Ajran, salah satu lulusan dari Kampus IPB.
Bab paling menyedihkan sekaligus meneganggkan adalah ketika flashback cerita tentang penyebab kematian ayah Salman. Terharu karena sangat menyentuh dan bangga. Sedangkan cerita paling lucunya adalah ketika Salman bermanja ria dengan Ibunya dan lelucon-lelucon Salman saat berdialog dengan siapapun. Pasti ada aja kocaknya sampe bikin senyum-senyum sendiri. Sampai kepikiran, kalau ada orangnya beneran pasti lucu deh kayaknya orangnya.
Paling penasaran sebenernya dengan kisah Ajran, Anton, Aishah dan perusahaan yg di supervisi langsung oleh Dr Koswara. Karena penulis menggambarkan kondisi mahasiswa IPB yang kebetulan saya juga mahasiswa IPB. Jadi cukup paham dengan alur ceritanya . Sampai penasaran juga apakah sosok Triple A dan Dr. Koswara itu benar2 ada sosoknya di IPB. Paling excited memang ketika ada novel atau film yang melibatkan Kampus tercintaku_IPB. Karena sejatinya di satu titik lokasi kampus IPB itu menyimpan banyak kisah. Kenangan, cinta, pengorbanan, desikasi, dilema, candaan, masa muda, idealis, dan masih banyak lagi. Jadi, sisi IPB mana ya yang diabadikan oleh novel ini? Penasaran. Terima kasih Bang Azhar Nurun Ala yg sudah mengabadikan satu kisah tentang IPB. Keren deh dari Fakultas, slogan kebanggaan anak Fakultas Pertanian IPB dan angkatan yang disebutkan (2010 - angkatan 47) bisa detail benar. Ditunggu kelanjutannya kisahnya :)
Minggu, 18 Februari 2018
INI KISAH MEREKA : BERSAMA UNTUK BIDIKMISI
Tanpa terasa 7 tahun Paguyuban Bidikmisi (PBM) IPB sudah berjalan. Tentunya berbagai macam kisah disetiap periodenya telah terukir. Ketika pertama kali PBM dibentuk yakni pada tanggal 20 Oktober 2010, di Loby Rusunnawa Asrama Putri IPB - Kampus IPB Dramaga oleh kakak-kakak mahasiswa penerima Bidikmisi IPB angkatan 2010 bersama Diektorat Kemahasiswaan IPB itulah awal kisah PBM IPB dimulai. Hingga tanpa terasa sudah memasuki periode kepengurusan PBM 2018/2019 yang baru saja dilantik kemaren Sabtu, 17 Februari 2018 pukul 14.30 WIB di Audit Sylva Pertamina - Fakultas Kehutanan Kampus IPB Dramaga.
Mulai dari mana ya ceritanya hehehe.....
Saya coba menceritakan kisah PBM dari segi mereka yang ada didalamnya tepatnya temen2 PBM 2017/2018. Tidak banyak yang mereka ungkapkan tentang PBM masa mereka, tapi cukup menurut saya untuk dirangkai sebagai kisah, diingat sebagai kenangan dan diukir sebagai sejarah. Inilah kisah mereka :)
Tak kalah dengan Suci, Uus, sapaan akrab Dewi Uswatun Khasanah sang pemilik akun IG @uswatun_dewi juga memposting sepotong kisah PBMnya pada tanggal 09 April 2017 seperti tampak pada foto di bawah ini :
Caption yang disematkan pada foto 3 tersebut adalah "Benar kata orang, bersama itu lebih bahagia ^_^ ^_^ ^_^
Mulai dari mana ya ceritanya hehehe.....
Saya coba menceritakan kisah PBM dari segi mereka yang ada didalamnya tepatnya temen2 PBM 2017/2018. Tidak banyak yang mereka ungkapkan tentang PBM masa mereka, tapi cukup menurut saya untuk dirangkai sebagai kisah, diingat sebagai kenangan dan diukir sebagai sejarah. Inilah kisah mereka :)
![]() |
| Foto 1 |
Suci Pratiwi yang mempunyai akun IG @pratiwisuci97 menuliskan caption pada foto BPH PBM 2016/2017 : "Saya senang bisa menjadi bagian dari keluarga ini. #pbm2016#keluargasejahtera#bphkece" yang diunggah pada tanggal 24 Juli 2016 seperti tampak pada foto1.
Kisah selanjutnya pada foto 2 masih bersumber dari IG @pratiwisuci97 yang sudah mulai menjadi BPH 2017/2018 diposting pada tanggal 22 April 2017 dengan caption "Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar2 berada dalam kerugian kecuali orang2 beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran (QS. Al-Ashr : 1-3) Dihari kedua ini, Suci ngajak BPH PBM 2017 @hendra_hermawan1882 @supriyadi_05 @uswatun_dewi @annisaaddini @wasiatulm untuk ikutan Qur'an Challenge. Gampang kok, tinggal share aja minimal 1 ayat Al-Qur'an selama 7 hari. Ditunggu yaah. Semoga kita bisa terus saling menasehati dalam hal kebaikan ya :) semoga bisa amanah sampai akhir :) :) :)" Coba perhatikan foto 1 dan foto 2, nampak ada 2 orang berada di posisi yang sama. Betapa istiqomahnya mereka, kereeeeen :D
![]() |
| Foto 2 |
![]() |
| Foto 3 |
Berbeda dengan Icha yang menjadi admin IG @annisaaddini pada tanggal 25 Oktober 2017 memposting multiple foto di IG tanpa caption yang menggambarkan kisah mereka di PBM 2017/2018. Kemudian dilengkapi dengan komentar dari ketua PBM sebelumnya @agusupriyanto_ "captionnya #mencobabahagia".
Disusul oleh @pratiwisuci97 juga tidak mau ketinggalan untuk posting multiple foto di IGnya juga pada tanggal 8 Juli 2017 seperti tampak pada foto di bawah ini :
![]() |
| Foto 4 |
![]() |
| Foto 5 |
![]() |
| Foto 6 |
![]() |
| Foto 7 |
Kemudian mengikuti @uswatun_dewi juga memposting multiple foto di IGnya pada tanggal 19 Agustus 2017 dengan caption "MERDEKA atau MATI. Semboyan para pejuang Indonesia untuk merebut kejayaan dari Bangsa Indonesia di negaranya sendiri. ^_^ ^_^ ^_^ #72kuIndonesiaku#PhotoChallengePBM#PBMIPB17#HUTRIke-72". Tentunya agenda dalam rangka Hari kemerdekaan tersebut dilakukan bersama teman2 PBM IPB 2017/2018.
Disusul oleh @pratiwisuci97 juga tidak mau ketinggalan untuk posting multiple foto di IGnya juga pada tanggal 8 Juli 2017 seperti tampak pada foto di bawah ini :
Caption yang tertulis pada foto tersebut adalah, "Alhamdulillah kebersamaan itu ada lengkap dengan kebahagiaan. Keceriaan itu ada bersama kekeluargaan. Semua duduk sama rata dan berdiri sama tinggi. Tak terlalu besar tapi cukup. Bahagia memang tidak bisa dinyatakan menggunakan angka, pun tak cukup diungkapkan dengan kata apalagi hanya dalam caption semata. Semoga kalian bisa merasakannya, bahwa semua nyata, semua istimewa dan semua tercipta karena kalian @uswatun_dewi @annisaaddini @wasiatulm #bidikmisiipb #sosialisasidaftarulang #lentera #pbm2017"
Berbeda dengan Hendra yang mencoba menyampaikan rasa syukurnya akan kebersamaan bersama PBM IPB 2017 melalui caption pada foto berkut ini :
Nampaknya caption Suci di atas disetujui oleh Supri pemilik nama lengkap Supriyadi dengan IGnya @supriyadi_05 yang ditunjukkan pada postingan IGnya di bawah ini :
![]() |
| "Enggak bisa ngarang caption, terlalu spesial soalnya :))" |
Potongan kisah di atas tadi berawal ketika ucapan selamat ini mulai dipublikasikan kepada pasangan Hendra Hermawan - Supriyadi terpilih sebagai mahasiswa Bidikmisi yang dipercaya untuk menahkodai dan meneruskan kebaikan di PBM IPB 2017 kala itu.
Perbedaan dan keberagaman memang tampak jelas diantara mereka, tapi karena Bidikmisi lah hati mereka terpaut untuk mengambil peran dan bersama di dan untuk PBM 2017. Semoga kesempatan dan peran teman2 semua selama di PBM IPB 2017 berkah dan menjadi amal ibadah bagi teman2 di sisi Allah SWT. Tak ada hadiah terbaik selain diterimanya amal kita di sisi Allah SWT. Amin ya Allah. Setiap kisah memiliki keistimewaan tersendiri bagi palaku di dalamnya. Jadi banggalah dengan kisah yang telah kalian ukir. :)
Sebagai penutup dalam tulisan "ini kisah mereka : bersama untuk Bidikmisi", saya coba tampilkan profil masing2 BPH PBM 2017 yang dipublikasikan di instagram masing2 kala itu.











#terusemangaterus
#proseperjalanan
#semuanyakarenaallah
#pbmipb
#bidikmisiipb
#membidikprestasimembangunnegeri
#bersamamembangunkeluargabidikmisi
#melayanidenganhati
Langganan:
Postingan (Atom)






















