Selasa, 17 Desember 2024

MENYUSURI KAWAH RATU BOGOR

Berangkat ba'da Shubuh teng dengan meeting point di depan Bank BNI Dramaga. Berangkat beriringan 4 motor dan menyusul di tengah jalan 1 motor. Inilah kisah kami menyusuri Kawah Ratu Bogor. 

Perbekalan yang wajib dibawa pastinya P3K umum dan pribadi. Selain itu :

  • Siapin bekel buat makan siang nanti di Kawah Ratu, karena pasti sampai Kawah Ratu pas jam makan siang.
  • Jas ujan dan payung juga perlu dibawa
  • Buat cewek enggak ketinggalan sih bawa sunscreen baik cream maupun spray
  • Sunblock juga perlu ya buat kulit tangan dan kaki 
  • Air minum secukupnya, enggak perlu banyak2 biar gak berat pas tracking
  • Tracking pole atau tongkat hikking (kalau gak punya bisa nyewa disana)
  • Jaket perlu bawa tapi sebetulnya buat dijalan pas naek motornya sih. Kalau selama tracking atau di Kawah Ratunya mah panas, jadi outfit running  atau olahraga biasa udah yang paling nyaman itu
  • Bawa topi kalau perlu
  • Sepatu wajib yang buat hikking atau naek gunung, jangan sepatu kets biasa karena bakal bikin kaki sakit selama tracking
  • Bawa cadangan kaos kaki in case yang dipake basah atau sobek
  • Cemilan ringan atau permen boleh dibawa buat nanti temen duduk-duduk di Kawah Ratunya
  • Kantong kresek beberapa buat bawa turun lagi sampah yang kita bawa ke Kawah Ratu
  • Tissue kering dan tissue basah
Akhirnya foto lengkap bersepuluh di Kawah Ratu :)


Bener banget sih sebelum melakukan trekking Kawah Ratu harus udah pemanasan dulu minimal 2 minggu sebelumnya harus sering jalan kaki atau jogging biar stamina kuat pas nanti naek Kawah Ratu. Kalau buat turunnya dari Kawah Ratu insyaallah lebih ringan ketimbang naeknya. Terbukti aku yang udah gak kuat naek padahal pos 1 aja belum keliatan, hahaha. Maklum kurang olahraga nih. Waktu tempuh dari pos tiket sampai Kawah Ratu sekitar 3,5 jam dan untuk turunnya sekitar 2,5 jam. Biaya masuk ke Kawah Ratu kalau gak salah 15.000 per orang. Tapi sebelumnya ada biaya masuk Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak per motornya 20.000 - 25.000 (karena per motor berdua jadi biaya masuk yang ini bisa dibagi 2 ya). Ada 3 pos yang harus dilewati sampai akhirnya bertemu kawah mati yang menandakan sebentar lagi sampai di Kawah Ratu. 

Fotonya ber-9 soalnya 1 orang lagi yang motoin ( Akram :)

Sebelum surprise ulang tahun Septi dilancarkan. Ajak maen turun ke sungai dulu :)

Foto bareng birthday girl Septi

Karena ini udah turun, jadi udah kuat buat bawa tas sendiri. Berangkatnya mah tas dibawain Rahul hahaha. Maklum jompo udah gak kuat nanjak sambil gendong tas. Makasih loh ya Rahul :)



Sempet-sempetnya foto di atas sebatang pohon yang dipake buat jalan karena genangan air semua ini seluruh sisi jalan


Aslinya mah capek banget, berasa gak akan kuat nanjak lagi. Tapi senyumin dulu aja wkwkwk

Akhirnya sampai juga di Kawah Ratu. Duduk dulu lah
 
Ini nih, pos satu aja belum tapi udah gak kuat nanjak. Tanda-tanda sudah tidak muda wkwkwk

Beruntung banget, alhamdulillah trip satu hari kali ini bersama Rahul, Temen Rahul, Altar, Syahrul, Septi, Asmi, Ani, Akram dan Patim diberikan kelancaran saat keberangkatan serta kepulangan sampai tiba di Dramaga kembali. Ada beberapa titik kemacetan tapi masih normal dan alhamdulillah bisa sampai Dramaga pukul 16.00 WIB. Jadi masih longgar banget buat bersih-bersih dan istirahat sebelum menutup hari kala itu.

"Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." QS Al Mulk Ayat 15

Ohya, selain trekking Kawah Ratu, ada agenda surprise-in Septi yang baru beberapa waktu lalu ulang tahun. Tadinya mau dikasih kejutan di Warkop DL, tapi diganti ke Kawah Ratu biar makin bisa dikenang hehe. Selamat ulang tahun Septi, berkah selalu disisa usianya :)




Kawah Ratu, Gunung Halimun Salak - Bogor, Jawa Barat
15 September 2024

#latepostkarenabaruadamoodbuatnulishehe
#terusemangaterus
#prosesperjalanan
#onedayonetrip


Belajar dari Drama Korea "Record of Youth"

Drama Korea Record of Youth yang baru aku tonton di Desember 2024 ini merupakan drama yang sebetulnya sudah lama tayang sejak 07 September 2020 di Netflix dengan julah episode sebanyak 16. Pemain drama ini ada Par Bo-gum yang memerankan tokoh utama yaitu Sa Hye-jun yang bersahabat sejak SD dengan Won Hae-hyo yang diperankan oleh Byeon Woo-seok dan Kim Jin-woo yang diperankan oleh Kwon Soo-hyun. Btw, nama-nama korea pemain sebetulnya aku enggak apal sama sekali jadi pake contekan di google saat nulis ini, hehe :)

Kisah di drama Record of Youth ini menceritakan strugglingnya seseorang di usia 20-an yang berjuang untuk mewujudkan mimpinya (terkhususnya di drama ini mengisahkan mimpi untuk menjadi seorang model atau aktor di industri entertainment Korea). Di mana ring pertama yang menjadi penghalang dan sekaligus pendukung menggapai mimpi tersebut adalah keluarga. Keluarga inti yang mencakup ayah, ibu, saudara (kakak/adik) dan kakek. Kisah Sa Hye-jun yang terpaksa mengalah tidak melanjutkan kuliah setelah SMA demi kakaknya. Karena Sa Hye-jun merasa kakaknya lebih pandai dari dirinya. Kakak Sa Hye-jun bernama Sa Kyeing-jun yang diperankan oleh Lee Jae-won. Seperti diketahui, biaya kuliah di Korea sangatlah mahal dan persaingan masuk Universitas juga ketat, jadi Sa Hye-jun sebagai adik mengalah tidak melanjutkan kuliah demi tidak memberatkan ekonomi keluarga yang dalam kondisi kekurangan. Kondisi kekurangan ekonomi keluarga Sa Hye-jun disebabkan karena ayahnya harus menanggung hutang yang diwariskan oleh sang Kakek dimana saat mudanya pernah kena tipu oleh orang jahat di dunia entertaiment. Sehingga Sa Hye-jun memutuskan untuk bekerja selepas SMA sebagai model dengan bermodalkan paras wajahnya yang tampan versi Korea untuk membantu perekonomian keluarga. Akan tetapi sampai 6 tahun Hye-jun berkarir di dunia model, kesuksesan sepetinya belum menghampirinya sehingga Sang Ayah dan Kakaknya selalu menentang Hya-jun dan menyarankan untuk berhenti sebagai model serta segera berangkat wajib miniter mengingat usia Hya-jun hampir mendekati kepala 3. Keadaan semakin tegang dengan keluarnya Hya-jen dari agensi modelnya dan kakak Hya-jun yang baru saja diterima kerja di perbankan.

Walaupun kondisi belum berpihak kepada Hya-jun, Ibu dan Kakek Hya-jun selalu mendukung keputusan dan pilihan Hye-jun. Begitu juga dengan kedua sahabat Hye-jun, Hae-hyo dan Jin-woo. Hingga Hye-jun bertemu dengan manajer baru Lee Minjae yang diperankan oleh Shin Dong-mi. Berawal dari sini muncullah nama agensi baru Jjamppong Entertainment. Karir Hya-jun semakin melesat dibawah naugan Jjamppong Entertainment sampai penghargaan artis terbaik di mini series bisa Hye-jun raih. Seiring naiknya nama Hye-jun, semakin kencang juga angin yang berhembus dan menerjang Hye-jun bertubi-tubi. Keluarga lah alasan Hye-jun tetap bertahan dan ingin melindungi keluarganya. Dengan track record baik Hye-jun di masa lalu ketika menjadi model, banyak orang baik yang membantu Hye-jun meluruskan berita-berita tak baik yang menyerbunya.Begitu juga para penggemarnya. Hingga nama baik Hye-jun kembali pulih dan puncak karir Hye-jun sedang berjaya, Hye-jun mengambil keputusan besar dengan hiatus dan memilih memenuhi panggilan negara untuk Wajib Militer. Sekilas hampir mirip dengan yang dialami BTS pada masa itu, ketika member mulai satu per satu berangkat wajib militer yang artinya BTS akan hiatus dari per kpop-an dan berkarir secara individu sampai semua member pulang memenuhi wajib militer. Sampai dengan tulisan ini dibuat, baru Jin BTS yang sudah menyelesaikan wajib militer dari 7 member BTS yang ada.

Oke kembali ke drama Record of Youth ya. Sekarang kita bercerita tentang sahabat Hye-jun yang bernama Won Hae-hyo yang berasal dari keluarga kaya raya (Ibu seorang profesor/dosen yang sudah berhenti mengajar dan ayahnya masih bekerja di dunia pendidikan spesifiknya di Fakultas Hukum). Berbeda dengan Hye-jun yang berjuang sendiri setelah lulus SMA untuk menjadi model, Hae-hyo malah dengan mudah menjadi model dengan segala previllage yang diterima dari keluarganya spesifiknya Sang Ibu yang selalu mengintervensi karir model Hae-hyo dengan mengandalkan relasi tanpa diketahui oleh Hae-hyo sendiri termasuk membeli jumlah follower di instagram. Niat hati Sang Ibu berharap Hae-hyo sukses menjadi aktor dengan campur tangan beliau, akan tetapi keadaan ini ternyata malah yang menghancurkan Hae-hyo secara perlahan karena tanpa diketahui ketergantungan muncul. Kecewa pun muncul ketika ekspetasi sebagai model/aktor terbaik tidak bisa diraih oleh Hae-hyo. Sang Ibu marah karena kegagalan Hae-hyo tersebut adalah kegagalannya juga dalam mendidik anak, menurut sang Ibu. Tapi tidak untuk Hae-hyo, karena kejadian ini membuka mata Hae-hyo selama ini proses karirnya ternya bukan usaha kerja keras dia sendiri melainkan sudah di setting oleh Ibunya. Hal ini membuat Hae-hyo lebih kecewa dan memutuskan untuk berangkat wajib militer. Dari sini kita bisa belajar bahwa "kebaikan yang diniatkan baik belum tentu diterima baik jika prosesnya (cara) memberinya tidak baik". Ada kalanya perlu space untuk berjuang dengan kaki tangan sendiri sebagai salah satu proses pendewasaan diri. Sukses gagal itu biasa, yang harus ditanamkan dalam diri adalah bangun lagi ketika jatuh dan jangan menyerah, must go on.

Kondisi Hye-jun juga ngingetin aku dengan beberapa kisah temen2 penerima Beasiswa Bidikmisi atau KIP Kuliah yang berjuang meyakinkan kedua orang tua untuk berkuliah IPB dengan beasiswa Bidikmisi/KIP Kuliah. Ada orangtua yang masih tertutup pemikirannya dengan menanyakan untuk apa kuliah, mendingan langsung kerja dan dapet gaji buat keluarga (dengan pendidikan SMA). Padahal di perguruan tinggi tidak hanya ilmu akademik yang bisa diperoleh melainkan kesempatan-kesempatan lainnya akan terbuka, pandangan terhadap dunia dan kehidupan jadi semakin terbuka. Sehingga bisa semakin banyak menebar manfaat untuk sesama.

Wajib nonton Record of Youth sih enggak ya, tapi jika punya waktu senggang bisa ditonton karena penyajian dramanya juga ringan, jadi bisa ditonton disela-sela rutnitas hariannya. Ada kisah antar keluarganya, persahabatannya, perjuangan di dunia karirnya, kisah asmara/percintaannya enggak drama drama banget, masih realistis malah terkesan kocak dan oke normal ini. Terus dalam drama ini juga kita bisa belajar bahwa sekejam apapun dunia ini ataupun orang yang ada didunia ini, yang terpenting adalah respon kita dalam menanggapinya. Dan sabar.

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesuangguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". (Al-Baqarah : 153)


#kembalimenulissetelahsekianpurnamatidakmenulis
#tulisanpertamaditahun2024

Minggu, 06 Agustus 2023

"Le Petit Prince" - PANGERAN CILIK by Antoine de Saint-Exupery

Salah satu buku yang coba ku baca ulang pada bulan Agustus 2023 ini dan selesai dalam 1 jam efektif. Buku yang terdiri dari 200 halaman dengan panjang buku 20 cm ini sekilas memang mirip buku bacaan anak-anak. Akan tetapi isinya setelah dibaca sangat relate untuk dibaca orang dewasa yang sangat serius dalam menjalani kehidupan ini. Padahal banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari hal-hal sederhana disekitar kita.

Tampilan Cover Buku

Setuju banget ketika sang penulis menyampaikan di awal tentang buku ini yang didedikasikan untuk orang dewasa, karena setiap orang dewasa pasti pernah menjadi anak-anak (sekalipun hanya sedikit yang ingat). Kutipan tersebut ada dihalaman awal buku yang akan mengawali semua isi buku Pangeran Cilik.

Kutipan berikutnya yang menurutku menarik untuk diambil adalah dialog pada halaman 31, "Kamu tahu...bila kita sangat sedih, kita senang melihat matahari terbenam". Satu kalimat ini mewakili kenapa jingganya senja di sore hari saat matahari terbenam mewakili kegalauan. Entah galau karena percintaan, galau karena suatu hubungan, galau karena tugas, galau karena rutintas, galau karena diri sendiri, galau karena pertemanan, galau karena persahabatan, galau karena suatu tanggung jawab, galau karena status, galau karena postingan, galau karena keadaan dan galau karena hal-hal lainnya tentang kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Seakan senja di saat matahari tebenam tahu kondisi kesedihan setiap pemandangnya walau hanya diam membisu tanpa kata yang diceritakan kepadanya. Seakan senja di saat matahari tebenam tahu bahwa kesedihan itu akan berakhir dengan datangnya gelap malam dan akan berganti hari cerah pada esoknya. Itulah senja

Kutipan selanjutnya aku ambil dari kunjungan Pangeran Cilik pertama yaitu di Asteroid 325 yang dihuni oleh seorang Raja berjubah merah yang duduk di kursi singgahsana sederhana tapi tetap mewah. "Jadi kamu akan mengadili dirimu sendiri, Titah Raja. Itu yang paling sulit. Mengadili diri sendiri lebih sulit daripada mengadili orang lain. Jika kamu berhasil, berarti kamu betul-betul orang yang bijaksana." Beberapa dialog tersebut benar adanya di dunia nyata ini. Tidak mudah untuk mengadili diir sendiri atas kesalahan yang diri sendiri perbuat. Akan tetapi, kesalahan orang lain nampaknya sangat mudah diadili walaupun hanya sedikit. Memang tidak mudah menjadi bijaksana. Aku pun tidak luput dari kondisi ini dan masih terus belajar untuk selalu instropeksi diri hari demi hari.

Kutipan terakhir yang aku ambil dari buku Pangeran Cilik ini adalah dialog yang ada di halaman 106. "Orang mempunyai bintang yang berbeda-beda. Bagi mereka yang berlayar, bintang adalah pemandu. Bagi yang lain, mereka hanya lampu-lampu kecil. Bagi yang lain, para ilmuwan, mereka adalah persoalan. Bagi pengusahaku, mereka adalah emas. Tetapi semua bintang itu membisu. Kamu akan mempunyai bintang-bintang yang berbeda dengan bintang orang lain." Setiap orang punya kisah hidupnya sendiri, setiap orang punya motivasinya sendiri, setiap orang mempunyai prioritasnya sendiri, setiap orang punya jatuh bangunnya sendiri, setiap orang punya jalan suksesnya sendiri, jadi berbeda itu wajar. Tidak perlu menyamakannya bagi semua orang. Temukan kisah hidupmu masing-masing versi original kita dalam hidup ini. Aku pun sedang mengukir kisah hidup ku sendiri yang tentunya tidak sama dengan orang lain. Mari kita berjuang untuk apa yang kita sedang usahakan dan berharap Allah meridhainya. Aamiin...


Banyak lembar-lembar lainnya yang penuh makna walaupun disampaikan dengan bahasa yang mudah dibaca dan dimengerti.Wajib banget untuk di baca ulang untuk mengingatkan kita bahwa setiap diri dewasa kita pernah anak-anak dan hanya anak-anak yang mempunyai impian yang jelas. Sedangkan orang dewasa itu terlalu rumit.


 #EdisiReviewBuku
#terusemangaterus
#prosesperjalanan

Sabtu, 10 Juni 2023

Short Trip : Edisi Purwakarta

Purwakarta Istimewa

Halo semuanya,
Untuk pertama kalinya menulis kembali di blog sederhana ku ini setelah 2019 lalu off. Kali ini ku akan berbagi cerita tentang perjalanan pendek ku ke Purwakarta via Kereta Api ya (tepatnya KA Lokal). Cuss mari kita bercerita :)

Rencana Awal :
Makan siang sate Maranggi Bu Haji Yetty, baru lanjut jadi wisatawan sehari di Kota Purwakarta.



Tepatnya hari Jum'at, 02 Juni 2023 lalu saat cuti bersama Hari Kebangkitan Pancasila, ku bareng Bu Eny merealisasikan short trip kami ke Purwakarta ala-ala backpakeran gitu. Pertama, wajib pesen KA Lokal di KAI Access dengan rute St. Cikarang - St. Cibungur (jamnya menyesuaikan ya). Karena perjalanan kami dimulai dari Dramaga, maka kami memesan jam keberangkatan KA Lokal pukul 11.30 WIB. Dengan harapan sampai di Purwakarta pas jam makan siang yaitu 12.43 WIB. Tempat makan yang menjadi target makan siang adalah Sate Maranggi Ibu Haji Yetty. Oke kembali lagi ke tiket ya. Tiket KA Lokal baiknya dibeli bersamaan langsung PP jadi tiket pulang juga sudah kami pesan dengan rute St. Cibungur - St. Cikarang pukul 18.13 WIB (ini udah KA Lokal terakhir ya). Harga-harga nanti akan dispill diakhir ya :)

Tiket Pulang St Cibungur - St Cikarang

Oke lanjut kembali realisasi hari-H setelah tiket PP untuk 2 orang sudah diamankan. Perjalanan dimulai pada pukul 07.00 WIB ku meninggalkan kosan di Dramaga (tepatnya Balebak) menggunakan motor menuju rumah Bu Eny daerah Margajaya Dramaga di Perumahan Ziara Valley. Pukul 07.15 WIB berangkat menuju St Bogor, akan tetapi mampir dulu di tempat bubur ayam daerah SBJ (Sindang Barang Jero) untuk sarapan. Unik banget dan enak juga rasanya karena bubur bisa milih toping dengan abon sapi atau kulit ayam krispi atau biasa. Secara harga juga terjangkau buat kantong mahasiswa masih oke. Walaupun tempatnya tidak luas, tapi masih nyaman untuk makan ditempat. Cukup sepertinya untuk 8-10 orang makan di tempat. Setelah selesai sarapan, lanjut perjalanan ke St Bogor. Untuk penitipan motor rekomendasinya di luar stasiun aja dan pilih yang 24 jam. Ohya, jangan lupa bawa minum air putih dan cemilan/jajanan buat di makan pas di KA Lokal. Kalau di KRL memang tidak boleh makan ya. Sesampainya di St Bogor, mampir Indomaret untuk beli minum dan cemilan. Beres berburu cemilan, lanjut masuk stasiun dan pilih KRL yang melewati St Manggarai karena tujuan kita dari St Bogor adalah ke St Cikarang yang bisa transit di St Manggarai. Sekitar pukul 08.20 WIB kami sudah di dalam KRL dan duduk santai. (Alhamdulillah masih dapat tempat duduk). Pukul 10.10 WIB tiba di St Manggarai setelah hampir 1/2 jam menunggu antrian masuk KRL ke St Manggarai. Pindah peron untuk naek KRL yang tujuan St Cikarang. Alhamdulillah tidak terlalu lama KRL St Cikarang tiba dan naeknya kami ke KRL tersebut dan tiba di St Cikarang pada pukul 11.00 WIB. Masih cukup untuk cek in dan boarding KA Lokal yang akan berangkat pukul 11.30 WIB.

Perlu diperhatikan saat di St Cikarang karena ada jalur KRL dan jalur Kereta Lokal. Pastikan sudah benar antri di pintu masuk kereta lokal. Saat cek in wajib scan QR Code tiket yang sudah kita pesan di KAI Access sama siapin KTP ya. Beres cek in langsung masuk KA Lokal Walahar. Nah disini nih titik krusial. Karena strateginya, kalau kita akan turun di St Cibungur baiknya masuk ke gerbong depan searah jalannya kereta agar dapat peron saat turun kereta. Jika salah gerbong, lekasnya pindah ke gerbing depan. Beda cerita kalau turun di St Purwakarta yang peronnya pendek dan hanya cukup untuk 2 gerbong yakni gerbong 4 dan 5 saja. Saat trip lalu, kami terlewat turun karena salah gerbong dan tidak mendapat peron. Akhirnya bablas sampai St Purwakarta (akhir pemberhentian atau satu stasiun setelah St Cibungur). Masih aman karena di KA Lokal relatif tidak ada pemeriksaan saat di dalam keretanya dan tempat duduk sih bebas bebas aja mau duduk dimana. Sama dengan KA jarak jauh, KA Lokal ini juga ada tempat ngecharge hp juga. Jadi jangan khawatir kalau baterai HP menipis. Perjalanan dari St Cikarang - St Purwakarta estimasinya 1 jam 30 menit. 

Sesampainya di St Purwakarta langsung mengganti planning yang berwisata dahulu baru ke Sate Maranggi Bu Yetti. Maklum karena jadi salah turun stasiun karena terlewat hehe. Dan nampaknya ini juga terjadi ke beberapa penumpang yang ada di kereta juga. 

Didekat St Purwakarta, kami langsung disambut dengan street foodnya Purwakarta. Tadinya udah mau jajan dulu akan tetapi kami batalkan setelah melihat bus wisata Purwakarta yang ada di samping St Purwakarta. Keliling kota Purwakarta selama 30 menit bagi wisatawan dadakan seperti kami cukup menarik juga. Sembari menghibur diri hahaha. Ditemani Teh Ani pemandu Bus Wisata Purwakarta yang semangat abizzzz di siang-siang yang terik tapi tetep asyik (089685312114 Teh Ani - ini kontaknya kalau mau pesen buat rombongan ya). Selesainya keliling dengan bus wisata Purwakarta, akhirnya kami memutuskan untuk makan bakso Podomoro yang ada di dekat St Purwakarta sambil berstrategi lanjut kemana lagi. Tidak ada yang spesial, tapi masih oke baksonya disini kalau mau dicoba. Saat makan bakso, kami memutuskan untuk lanjut jalan ke Alun-Alun dan masjid agung nya Purwakarta yang kami lihat pas keliling dengan bus wisata (nampaknya jaraknya dekat). Jalan kaki lah kita ke lokasi wisata pertama yaitu alun-alun dan masjid agung Purwakarta. Sebelumnya karena ada abang es doger, jajan dulu kita es doger, hehe. Seger. Sampai di kawasan alun-alun purwakarta yang tenang banget, asri dan bersih. Sepertinya ada pendopo atau semacam kantor kepala daerah serta taman-tamannya. Foto-foto bentar baru lanjut ke masjid agungnya sekaligus sholat dhuhur dan ashar yang kita Jama'. Jalan sedikit keluar khawasan masjid agung ternyata sudah masuk kawasan oleh-oleh Purwakarta. Maka tidak lupa sebagai wisatawan dadakan, kami belanja oleh-oleh Simping dan Rengginang hehe. 




Tak terasa sudah menjelang sore setelah berjalan-jalan dan muter kota Purwakarta secara kilat, akhirnya pesanlah gocar untuk menuju lokasi utama kami dalam perjalanan ini yaitu Sate Maranggi Ibu Haji Yetty. Membutuhkan waktu 30 menit dengan gocar, tibalah di lokasi wisata kuliner kami yang ditunggu-tunggu. Sate Maranggi Ibu Haji Yetty :)

Untuk taste, gak perlu ditanyakan lagi. Amaze banget sama pelayanannya. Nampaknya akan ku buat cerita sendiri untuk pengalaman makan di Sate Maranggi Ibu Haji Yetty. Bakal panjang hehe.

Singkatnya setelah tercapai makan sate maranggi disini, lanjut jalan kaki ke St Cibungur (gak terlalu jauh). Sebelum masuk ke stasiun, mampir dulu jajan pisang goreng crispy incerannya Bu Eny. Setelah ini masuk ke St Cibungur dan nunggu sekitar 1 jam karena jam keberangkatan kereta 18.13 WIB dari St Cibungur ke St Ciakarang. Tidak ada yang spesial di perjalan pulang selain kami sampai Bogor sudah malam dan gelap. Dengan oleh-oleh Purwakarta Simping dan Rengginang ditambah Sate Maranggi yang kami bungkus juga.

Perjalan pulang ke Dramaga, kami sempatkan ke Angkringan Yasmin dulu buat minum jahe anget dan makan sate-satean bakar. Alhamdulillah lancar dan selamat sampai Dramaga kembali setelah seharian perjalanan. Jadi ketagihan buat short trip lagi kedepannya dengan lokasi tujuan yang berbeda. Kira-kira kemana lagi ya?

Jeprat jepret selama short trip Purwakarta diabadikan Bu Eny di reels ig nya. Mampir ditonton boleh juga :)

Reels 1 :
https://www.instagram.com/reel/CtEvo3HOKUL/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Reels 2 :
https://www.instagram.com/reel/Cs_4Q9XMRv7/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA==


Pengeluaran versi 1 orang :
Tiket PP St Cikarang - St Cibungur : 2 x Rp 4.000,- = Rp 8.000,-
KRL St Bogor - St Cikarang PP : Rp 18.000,-
Total pengeluaran untuk tiket perjalanan : Rp 26.000,-

Sarapan Bubur Ayam Kulit Krispi : Rp 15.000,-
Sate Ampela dan Sate Jantung : 2 x Rp 3.000,- = Rp 6.000,-
Coffe latte reguler point Indomaret : Rp 25.000,-
Cemilan potato sharing : Rp 9.000,-
Bus wisata Purwakarta : Rp 30.000,-
Bakso podomoro St Purwakarta (Bakso Telur) : Rp 18.000,-
Air mineral Le mineral dingin : Rp 5.000,-
Es Doger Purwakarta : Rp 5.000,-
Oleh-oleh Simping dan Rengginang : Rp 54.000,-
Angkringan sate dan jahe : Rp 20.000,-
Total pengeluaran untuk jajan : Rp 197.000,-

Dapat terlihat perbedaan ketika melakukan perjalanan memang pengeluaran tiket tidak seberapa tapi pengeluaran jajannya bisa waw hehe. Semoga bisa menjadi rejeki dan berkah untuk para penjual umkm di Indonesia. Aamiin...
Sampai jumpa di cerita selanjutnya, insyaallah...

Salam sehat selalu,
Selamat menjelajah Bumi Allah disisi yang lainnya.
#terusemangaterus



Jumat, 12 April 2019

Engkau dan Dia

"Jika, cinta mampu untuk ku lukiskan. Garisannya penuh dengan pengharapan. Sentiasa dalam do'aku, menyimpan rasa ingin bertemu. Insan yang masih rasia dan teristimewa"

Salah satu kutipan lirik lagu Hafiz Hamidun yang berjudul Jodoh Berdua.

"Andai ada keajaiban, ingin kuukirkan namamu di atas bintang2 angkasa. Agar semua tahu, kau berarti untukku, selama-lamanya, kamu milikku"

Salah satu kutipan lirik lagu Natta Reza yang berjudul Kekasih Impian

"Jalan mu, jalan ku, belum sempurna, biar masa depan yang sempurnakan. Suara-suara batinku, melepaskanmu. Lirih lirih jiwaku, membasuh pilu. Takdir yang kau beri, menguji hatiku. Rasa menyesakkan, kehilangan ini. Tangis yang kau beri membuka mataku. Bahwa cinta yang sebenar cinta hanya ada satu"

Salah satu kutipan lirik lagu Anandito Dwis yang berjudul Mencintai Kehilangan.

"Hati tak bisa dipaksa. Jiwa berlabuh hanya untuk engkau. Biarlah beda bermukim usia, jika Allah ridho akan satu jua. Cinta bertasbih agungkan namanya. Segala ujinya tak akan sia-sia. Sejuta do'aku hanya untuk dia"

Salah satu kutipan lirik lagu Sigma yang berjudul Sejuta Do'a.

"Sebut namamu, terukir merdu. Tertulis dalam sajadah cinta. Tetapkan pilihan sebagai teman, kekal abadi hingga akhir zaman."

Salah satu kutipan lirik lagu Sigma yang berjudul Istikharah Cinta.

Selasa, 09 April 2019

Tentang Rasa

Jika rasa adalah rahasianya, siapa yang akan tahu akhirnya
Jika rasa hanya ada dalam hati, siapa yang akan melihat
Jika rasa itu urusan hati, apakah mampu ku memegangnya

Rasa...
Hati...
Rasa ini adalah rasaku
Hati ini adalah hatiku
Walaupun begitu, tetap Engkaulah maha membolak-balikan hatiku
Engkaulah maha membolak-balikan hatinya
Engkaulah maha membolak-balikan hati manusia

Terlalu merindu hanya sekedar untuk melihat wajahnya
Terlalu merindu hanya sekedar untuk melihat senyuman diwajahnya
Terlalu merindu hanya sekedar untuk bertegur sapa dengannya

Semoga target wisuda masgisternya bisa tercapai tahun ini. Amin
Semangat fastracknya

Senin, 22 Oktober 2018

Kisah Kak Indah dan Bang Jaka #2018gantistatus

Bogor, 21 Oktober 2018 adalah hari Minggu yang merubah status sosialnya Kak Indah Apriliya salah satu staff Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB juga. Status sosial yang berubah dari yang belum kawin menjadi kawin kalau di KTP :)
Biar ngehitz pake hastag kali ya #2018gantistatus ^^

Barakallah Kak Indah dan Bang Jaka atas pernikahannya. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warrohmah, serta senantiasa dilimpahi keberkahan dan kebaikan dalam rumah tangganya. Dan tak lupa semoga Kak Indah dan Bang Jaka se-hidup se-surga ya Allah. Amin ya Allah

Dalam moment bahagia ini, alhamdulillah mendapat kesempatan untuk bisa membantu Kak Indah menjadi salah satu peger ayunya. Tentunya tidak sendiri. Kali ini berganti partner dalam tugas negara menjadi pager ayunya Kak Indah Bang Jaka. Kami ada berempat. Dari kiri ada Adit (THH - IPB 51 salah satu ponakan Kak Indah), Me - Munawaroh (ESL - IPB 48), Bang Jaka (mempelai laki-laki), Kak Indah (mempelai perempuan), Fitri (STK IPB 50) dan Mas Ronny (S2 IPB temen S2nya Kak Indah).


Ada dua foto yang berhasil diabadikan pager Ayu dan pager Bagus bersama dengan pasangan Bang Jaka dan Kak Indah hari Minggu lalu di Aula Gedung Balitro - Cimanggu Bogor, Jawa Barat. Konsep pernikahan yang diusung Kak Indah adalah konsep pernikahan dengan adat Jawa.

Selain foto dengan pengantin, tim pager (pager ayu dan pager bagus) juga menyempatkan selfie berempat juga. Mau lihat fotonya :D
ini nih, mohon dimaklum ya dan mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan ya. Sudah berkepala dua semua tapi masih sempat2nya selfie kaya anak ABG belasan tahun hihhihi



Foto di atas sengaja diambil dalam rangka menghilangkan kejenuhan di meja tamu. hahahaha. Lumayan ya ternyata hasil jepretan dari HP OPPO Fitri punya (terbukti emang bener2 selfie expert, ups iklan) dikombinasi dengan teknik pengambilan selfie dari tangan Mas Ronny. Cakep dah.

Disela-sela tugas negara ini, bertemu dengan personil 5mm (Kak Agus dan Kak Laras) dengan juniornya calon member 5mm junior kayaknya nih, hihihi. Tentunya biar kenangan pertemuan setelah sekian lama ini tidak terlupa, kami mencoba mengabadikan dengan berfoto bersama. Ada juga nih fotonya bareng calon member 5mm juniot tahun 2040 wkwkwkwk

Cukup dua foto menggambarkan pertemuan kawan lama ini. Biar kawan lama tapi ada member baru disana hihihi. Senengnya bisa berkabar lagi dengan 5mm. Hmm, bukankah yang membuat rindu itu berat dan mahal adalah kenangan yang terkandung di dalamnya. Kenangan 5mm. Ah sudahlah, kalau ngomongin 5mm pasti gak akan cukup ini lembarannya. Hahaha.

Jadi kembali lagi ke pernikahan Kak Indah dan Bang Jaka. Terima kasih sudah diberi kesempatan untuk berkontribusi di pernikahan Kak Indah. Semoga keluarga kecil Kakak bersama Bang Jaka diberikan keberkahan dalam perjalanannya dan bisa bersama sampai ke Surga-Nya. Amin ya Allah. (Mn)