Selasa, 17 Desember 2024

MENYUSURI KAWAH RATU BOGOR

Berangkat ba'da Shubuh teng dengan meeting point di depan Bank BNI Dramaga. Berangkat beriringan 4 motor dan menyusul di tengah jalan 1 motor. Inilah kisah kami menyusuri Kawah Ratu Bogor. 

Perbekalan yang wajib dibawa pastinya P3K umum dan pribadi. Selain itu :

  • Siapin bekel buat makan siang nanti di Kawah Ratu, karena pasti sampai Kawah Ratu pas jam makan siang.
  • Jas ujan dan payung juga perlu dibawa
  • Buat cewek enggak ketinggalan sih bawa sunscreen baik cream maupun spray
  • Sunblock juga perlu ya buat kulit tangan dan kaki 
  • Air minum secukupnya, enggak perlu banyak2 biar gak berat pas tracking
  • Tracking pole atau tongkat hikking (kalau gak punya bisa nyewa disana)
  • Jaket perlu bawa tapi sebetulnya buat dijalan pas naek motornya sih. Kalau selama tracking atau di Kawah Ratunya mah panas, jadi outfit running  atau olahraga biasa udah yang paling nyaman itu
  • Bawa topi kalau perlu
  • Sepatu wajib yang buat hikking atau naek gunung, jangan sepatu kets biasa karena bakal bikin kaki sakit selama tracking
  • Bawa cadangan kaos kaki in case yang dipake basah atau sobek
  • Cemilan ringan atau permen boleh dibawa buat nanti temen duduk-duduk di Kawah Ratunya
  • Kantong kresek beberapa buat bawa turun lagi sampah yang kita bawa ke Kawah Ratu
  • Tissue kering dan tissue basah
Akhirnya foto lengkap bersepuluh di Kawah Ratu :)


Bener banget sih sebelum melakukan trekking Kawah Ratu harus udah pemanasan dulu minimal 2 minggu sebelumnya harus sering jalan kaki atau jogging biar stamina kuat pas nanti naek Kawah Ratu. Kalau buat turunnya dari Kawah Ratu insyaallah lebih ringan ketimbang naeknya. Terbukti aku yang udah gak kuat naek padahal pos 1 aja belum keliatan, hahaha. Maklum kurang olahraga nih. Waktu tempuh dari pos tiket sampai Kawah Ratu sekitar 3,5 jam dan untuk turunnya sekitar 2,5 jam. Biaya masuk ke Kawah Ratu kalau gak salah 15.000 per orang. Tapi sebelumnya ada biaya masuk Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak per motornya 20.000 - 25.000 (karena per motor berdua jadi biaya masuk yang ini bisa dibagi 2 ya). Ada 3 pos yang harus dilewati sampai akhirnya bertemu kawah mati yang menandakan sebentar lagi sampai di Kawah Ratu. 

Fotonya ber-9 soalnya 1 orang lagi yang motoin ( Akram :)

Sebelum surprise ulang tahun Septi dilancarkan. Ajak maen turun ke sungai dulu :)

Foto bareng birthday girl Septi

Karena ini udah turun, jadi udah kuat buat bawa tas sendiri. Berangkatnya mah tas dibawain Rahul hahaha. Maklum jompo udah gak kuat nanjak sambil gendong tas. Makasih loh ya Rahul :)



Sempet-sempetnya foto di atas sebatang pohon yang dipake buat jalan karena genangan air semua ini seluruh sisi jalan


Aslinya mah capek banget, berasa gak akan kuat nanjak lagi. Tapi senyumin dulu aja wkwkwk

Akhirnya sampai juga di Kawah Ratu. Duduk dulu lah
 
Ini nih, pos satu aja belum tapi udah gak kuat nanjak. Tanda-tanda sudah tidak muda wkwkwk

Beruntung banget, alhamdulillah trip satu hari kali ini bersama Rahul, Temen Rahul, Altar, Syahrul, Septi, Asmi, Ani, Akram dan Patim diberikan kelancaran saat keberangkatan serta kepulangan sampai tiba di Dramaga kembali. Ada beberapa titik kemacetan tapi masih normal dan alhamdulillah bisa sampai Dramaga pukul 16.00 WIB. Jadi masih longgar banget buat bersih-bersih dan istirahat sebelum menutup hari kala itu.

"Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." QS Al Mulk Ayat 15

Ohya, selain trekking Kawah Ratu, ada agenda surprise-in Septi yang baru beberapa waktu lalu ulang tahun. Tadinya mau dikasih kejutan di Warkop DL, tapi diganti ke Kawah Ratu biar makin bisa dikenang hehe. Selamat ulang tahun Septi, berkah selalu disisa usianya :)




Kawah Ratu, Gunung Halimun Salak - Bogor, Jawa Barat
15 September 2024

#latepostkarenabaruadamoodbuatnulishehe
#terusemangaterus
#prosesperjalanan
#onedayonetrip


Belajar dari Drama Korea "Record of Youth"

Drama Korea Record of Youth yang baru aku tonton di Desember 2024 ini merupakan drama yang sebetulnya sudah lama tayang sejak 07 September 2020 di Netflix dengan julah episode sebanyak 16. Pemain drama ini ada Par Bo-gum yang memerankan tokoh utama yaitu Sa Hye-jun yang bersahabat sejak SD dengan Won Hae-hyo yang diperankan oleh Byeon Woo-seok dan Kim Jin-woo yang diperankan oleh Kwon Soo-hyun. Btw, nama-nama korea pemain sebetulnya aku enggak apal sama sekali jadi pake contekan di google saat nulis ini, hehe :)

Kisah di drama Record of Youth ini menceritakan strugglingnya seseorang di usia 20-an yang berjuang untuk mewujudkan mimpinya (terkhususnya di drama ini mengisahkan mimpi untuk menjadi seorang model atau aktor di industri entertainment Korea). Di mana ring pertama yang menjadi penghalang dan sekaligus pendukung menggapai mimpi tersebut adalah keluarga. Keluarga inti yang mencakup ayah, ibu, saudara (kakak/adik) dan kakek. Kisah Sa Hye-jun yang terpaksa mengalah tidak melanjutkan kuliah setelah SMA demi kakaknya. Karena Sa Hye-jun merasa kakaknya lebih pandai dari dirinya. Kakak Sa Hye-jun bernama Sa Kyeing-jun yang diperankan oleh Lee Jae-won. Seperti diketahui, biaya kuliah di Korea sangatlah mahal dan persaingan masuk Universitas juga ketat, jadi Sa Hye-jun sebagai adik mengalah tidak melanjutkan kuliah demi tidak memberatkan ekonomi keluarga yang dalam kondisi kekurangan. Kondisi kekurangan ekonomi keluarga Sa Hye-jun disebabkan karena ayahnya harus menanggung hutang yang diwariskan oleh sang Kakek dimana saat mudanya pernah kena tipu oleh orang jahat di dunia entertaiment. Sehingga Sa Hye-jun memutuskan untuk bekerja selepas SMA sebagai model dengan bermodalkan paras wajahnya yang tampan versi Korea untuk membantu perekonomian keluarga. Akan tetapi sampai 6 tahun Hye-jun berkarir di dunia model, kesuksesan sepetinya belum menghampirinya sehingga Sang Ayah dan Kakaknya selalu menentang Hya-jun dan menyarankan untuk berhenti sebagai model serta segera berangkat wajib miniter mengingat usia Hya-jun hampir mendekati kepala 3. Keadaan semakin tegang dengan keluarnya Hya-jen dari agensi modelnya dan kakak Hya-jun yang baru saja diterima kerja di perbankan.

Walaupun kondisi belum berpihak kepada Hya-jun, Ibu dan Kakek Hya-jun selalu mendukung keputusan dan pilihan Hye-jun. Begitu juga dengan kedua sahabat Hye-jun, Hae-hyo dan Jin-woo. Hingga Hye-jun bertemu dengan manajer baru Lee Minjae yang diperankan oleh Shin Dong-mi. Berawal dari sini muncullah nama agensi baru Jjamppong Entertainment. Karir Hya-jun semakin melesat dibawah naugan Jjamppong Entertainment sampai penghargaan artis terbaik di mini series bisa Hye-jun raih. Seiring naiknya nama Hye-jun, semakin kencang juga angin yang berhembus dan menerjang Hye-jun bertubi-tubi. Keluarga lah alasan Hye-jun tetap bertahan dan ingin melindungi keluarganya. Dengan track record baik Hye-jun di masa lalu ketika menjadi model, banyak orang baik yang membantu Hye-jun meluruskan berita-berita tak baik yang menyerbunya.Begitu juga para penggemarnya. Hingga nama baik Hye-jun kembali pulih dan puncak karir Hye-jun sedang berjaya, Hye-jun mengambil keputusan besar dengan hiatus dan memilih memenuhi panggilan negara untuk Wajib Militer. Sekilas hampir mirip dengan yang dialami BTS pada masa itu, ketika member mulai satu per satu berangkat wajib militer yang artinya BTS akan hiatus dari per kpop-an dan berkarir secara individu sampai semua member pulang memenuhi wajib militer. Sampai dengan tulisan ini dibuat, baru Jin BTS yang sudah menyelesaikan wajib militer dari 7 member BTS yang ada.

Oke kembali ke drama Record of Youth ya. Sekarang kita bercerita tentang sahabat Hye-jun yang bernama Won Hae-hyo yang berasal dari keluarga kaya raya (Ibu seorang profesor/dosen yang sudah berhenti mengajar dan ayahnya masih bekerja di dunia pendidikan spesifiknya di Fakultas Hukum). Berbeda dengan Hye-jun yang berjuang sendiri setelah lulus SMA untuk menjadi model, Hae-hyo malah dengan mudah menjadi model dengan segala previllage yang diterima dari keluarganya spesifiknya Sang Ibu yang selalu mengintervensi karir model Hae-hyo dengan mengandalkan relasi tanpa diketahui oleh Hae-hyo sendiri termasuk membeli jumlah follower di instagram. Niat hati Sang Ibu berharap Hae-hyo sukses menjadi aktor dengan campur tangan beliau, akan tetapi keadaan ini ternyata malah yang menghancurkan Hae-hyo secara perlahan karena tanpa diketahui ketergantungan muncul. Kecewa pun muncul ketika ekspetasi sebagai model/aktor terbaik tidak bisa diraih oleh Hae-hyo. Sang Ibu marah karena kegagalan Hae-hyo tersebut adalah kegagalannya juga dalam mendidik anak, menurut sang Ibu. Tapi tidak untuk Hae-hyo, karena kejadian ini membuka mata Hae-hyo selama ini proses karirnya ternya bukan usaha kerja keras dia sendiri melainkan sudah di setting oleh Ibunya. Hal ini membuat Hae-hyo lebih kecewa dan memutuskan untuk berangkat wajib militer. Dari sini kita bisa belajar bahwa "kebaikan yang diniatkan baik belum tentu diterima baik jika prosesnya (cara) memberinya tidak baik". Ada kalanya perlu space untuk berjuang dengan kaki tangan sendiri sebagai salah satu proses pendewasaan diri. Sukses gagal itu biasa, yang harus ditanamkan dalam diri adalah bangun lagi ketika jatuh dan jangan menyerah, must go on.

Kondisi Hye-jun juga ngingetin aku dengan beberapa kisah temen2 penerima Beasiswa Bidikmisi atau KIP Kuliah yang berjuang meyakinkan kedua orang tua untuk berkuliah IPB dengan beasiswa Bidikmisi/KIP Kuliah. Ada orangtua yang masih tertutup pemikirannya dengan menanyakan untuk apa kuliah, mendingan langsung kerja dan dapet gaji buat keluarga (dengan pendidikan SMA). Padahal di perguruan tinggi tidak hanya ilmu akademik yang bisa diperoleh melainkan kesempatan-kesempatan lainnya akan terbuka, pandangan terhadap dunia dan kehidupan jadi semakin terbuka. Sehingga bisa semakin banyak menebar manfaat untuk sesama.

Wajib nonton Record of Youth sih enggak ya, tapi jika punya waktu senggang bisa ditonton karena penyajian dramanya juga ringan, jadi bisa ditonton disela-sela rutnitas hariannya. Ada kisah antar keluarganya, persahabatannya, perjuangan di dunia karirnya, kisah asmara/percintaannya enggak drama drama banget, masih realistis malah terkesan kocak dan oke normal ini. Terus dalam drama ini juga kita bisa belajar bahwa sekejam apapun dunia ini ataupun orang yang ada didunia ini, yang terpenting adalah respon kita dalam menanggapinya. Dan sabar.

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesuangguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". (Al-Baqarah : 153)


#kembalimenulissetelahsekianpurnamatidakmenulis
#tulisanpertamaditahun2024