Drama Korea Record of Youth yang baru aku tonton di Desember 2024 ini merupakan drama yang sebetulnya sudah lama tayang sejak 07 September 2020 di Netflix dengan julah episode sebanyak 16. Pemain drama ini ada Par Bo-gum yang memerankan tokoh utama yaitu Sa Hye-jun yang bersahabat sejak SD dengan Won Hae-hyo yang diperankan oleh Byeon Woo-seok dan Kim Jin-woo yang diperankan oleh Kwon Soo-hyun. Btw, nama-nama korea pemain sebetulnya aku enggak apal sama sekali jadi pake contekan di google saat nulis ini, hehe :)
Kisah di drama Record of Youth ini menceritakan strugglingnya seseorang di usia 20-an yang berjuang untuk mewujudkan mimpinya (terkhususnya di drama ini mengisahkan mimpi untuk menjadi seorang model atau aktor di industri entertainment Korea). Di mana ring pertama yang menjadi penghalang dan sekaligus pendukung menggapai mimpi tersebut adalah keluarga. Keluarga inti yang mencakup ayah, ibu, saudara (kakak/adik) dan kakek. Kisah Sa Hye-jun yang terpaksa mengalah tidak melanjutkan kuliah setelah SMA demi kakaknya. Karena Sa Hye-jun merasa kakaknya lebih pandai dari dirinya. Kakak Sa Hye-jun bernama Sa Kyeing-jun yang diperankan oleh Lee Jae-won. Seperti diketahui, biaya kuliah di Korea sangatlah mahal dan persaingan masuk Universitas juga ketat, jadi Sa Hye-jun sebagai adik mengalah tidak melanjutkan kuliah demi tidak memberatkan ekonomi keluarga yang dalam kondisi kekurangan. Kondisi kekurangan ekonomi keluarga Sa Hye-jun disebabkan karena ayahnya harus menanggung hutang yang diwariskan oleh sang Kakek dimana saat mudanya pernah kena tipu oleh orang jahat di dunia entertaiment. Sehingga Sa Hye-jun memutuskan untuk bekerja selepas SMA sebagai model dengan bermodalkan paras wajahnya yang tampan versi Korea untuk membantu perekonomian keluarga. Akan tetapi sampai 6 tahun Hye-jun berkarir di dunia model, kesuksesan sepetinya belum menghampirinya sehingga Sang Ayah dan Kakaknya selalu menentang Hya-jun dan menyarankan untuk berhenti sebagai model serta segera berangkat wajib miniter mengingat usia Hya-jun hampir mendekati kepala 3. Keadaan semakin tegang dengan keluarnya Hya-jen dari agensi modelnya dan kakak Hya-jun yang baru saja diterima kerja di perbankan.
Walaupun kondisi belum berpihak kepada Hya-jun, Ibu dan Kakek Hya-jun selalu mendukung keputusan dan pilihan Hye-jun. Begitu juga dengan kedua sahabat Hye-jun, Hae-hyo dan Jin-woo. Hingga Hye-jun bertemu dengan manajer baru Lee Minjae yang diperankan oleh Shin Dong-mi. Berawal dari sini muncullah nama agensi baru Jjamppong Entertainment. Karir Hya-jun semakin melesat dibawah naugan Jjamppong Entertainment sampai penghargaan artis terbaik di mini series bisa Hye-jun raih. Seiring naiknya nama Hye-jun, semakin kencang juga angin yang berhembus dan menerjang Hye-jun bertubi-tubi. Keluarga lah alasan Hye-jun tetap bertahan dan ingin melindungi keluarganya. Dengan track record baik Hye-jun di masa lalu ketika menjadi model, banyak orang baik yang membantu Hye-jun meluruskan berita-berita tak baik yang menyerbunya.Begitu juga para penggemarnya. Hingga nama baik Hye-jun kembali pulih dan puncak karir Hye-jun sedang berjaya, Hye-jun mengambil keputusan besar dengan hiatus dan memilih memenuhi panggilan negara untuk Wajib Militer. Sekilas hampir mirip dengan yang dialami BTS pada masa itu, ketika member mulai satu per satu berangkat wajib militer yang artinya BTS akan hiatus dari per kpop-an dan berkarir secara individu sampai semua member pulang memenuhi wajib militer. Sampai dengan tulisan ini dibuat, baru Jin BTS yang sudah menyelesaikan wajib militer dari 7 member BTS yang ada.

Oke kembali ke drama Record of Youth ya. Sekarang kita bercerita tentang sahabat Hye-jun yang bernama Won Hae-hyo yang berasal dari keluarga kaya raya (Ibu seorang profesor/dosen yang sudah berhenti mengajar dan ayahnya masih bekerja di dunia pendidikan spesifiknya di Fakultas Hukum). Berbeda dengan Hye-jun yang berjuang sendiri setelah lulus SMA untuk menjadi model, Hae-hyo malah dengan mudah menjadi model dengan segala previllage yang diterima dari keluarganya spesifiknya Sang Ibu yang selalu mengintervensi karir model Hae-hyo dengan mengandalkan relasi tanpa diketahui oleh Hae-hyo sendiri termasuk membeli jumlah follower di instagram. Niat hati Sang Ibu berharap Hae-hyo sukses menjadi aktor dengan campur tangan beliau, akan tetapi keadaan ini ternyata malah yang menghancurkan Hae-hyo secara perlahan karena tanpa diketahui ketergantungan muncul. Kecewa pun muncul ketika ekspetasi sebagai model/aktor terbaik tidak bisa diraih oleh Hae-hyo. Sang Ibu marah karena kegagalan Hae-hyo tersebut adalah kegagalannya juga dalam mendidik anak, menurut sang Ibu. Tapi tidak untuk Hae-hyo, karena kejadian ini membuka mata Hae-hyo selama ini proses karirnya ternya bukan usaha kerja keras dia sendiri melainkan sudah di setting oleh Ibunya. Hal ini membuat Hae-hyo lebih kecewa dan memutuskan untuk berangkat wajib militer. Dari sini kita bisa belajar bahwa "kebaikan yang diniatkan baik belum tentu diterima baik jika prosesnya (cara) memberinya tidak baik". Ada kalanya perlu space untuk berjuang dengan kaki tangan sendiri sebagai salah satu proses pendewasaan diri. Sukses gagal itu biasa, yang harus ditanamkan dalam diri adalah bangun lagi ketika jatuh dan jangan menyerah, must go on.
Kondisi Hye-jun juga ngingetin aku dengan beberapa kisah temen2 penerima Beasiswa Bidikmisi atau KIP Kuliah yang berjuang meyakinkan kedua orang tua untuk berkuliah IPB dengan beasiswa Bidikmisi/KIP Kuliah. Ada orangtua yang masih tertutup pemikirannya dengan menanyakan untuk apa kuliah, mendingan langsung kerja dan dapet gaji buat keluarga (dengan pendidikan SMA). Padahal di perguruan tinggi tidak hanya ilmu akademik yang bisa diperoleh melainkan kesempatan-kesempatan lainnya akan terbuka, pandangan terhadap dunia dan kehidupan jadi semakin terbuka. Sehingga bisa semakin banyak menebar manfaat untuk sesama.
Wajib nonton Record of Youth sih enggak ya, tapi jika punya waktu senggang bisa ditonton karena penyajian dramanya juga ringan, jadi bisa ditonton disela-sela rutnitas hariannya. Ada kisah antar keluarganya, persahabatannya, perjuangan di dunia karirnya, kisah asmara/percintaannya enggak drama drama banget, masih realistis malah terkesan kocak dan oke normal ini. Terus dalam drama ini juga kita bisa belajar bahwa sekejam apapun dunia ini ataupun orang yang ada didunia ini, yang terpenting adalah respon kita dalam menanggapinya. Dan sabar.
"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesuangguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". (Al-Baqarah : 153)
#kembalimenulissetelahsekianpurnamatidakmenulis
#tulisanpertamaditahun2024