Indomie’s
story :)
Petualangan di Malang berlanjut setelah
sebelumnya mendaki Gunung Bromo. Tetep keren dan menakjubkan walaupun cuaca
kurang mendukung.
The second adventure is Sempu Island.
Sebelumnya akan ada ucapan selamat datang dari “Sendang Biru” sebelum
menyeberanginya menuju Pulau Sempu. Bersama dengan seorang guide yang bernama Pak Salim (kalau gak salah,hehe) kami dipandu
menyeberangi Sendang Biru menuju Pulau Sempu dengan kapal nomor 12. Namanya
juga petualangan, ya pastinya tak sampai disini aja perjalanan ke Pulau
Sempunya. Setelah turun dari kapal, kami berempat (Kak Fahmi, Qorry, Yasir dan
Mun) ditemani oleh Pak Salim, harus memasuki hutan terlebih dahulu untuk
mencapai pantai indah di Pulau Sempunya. Perjalanan harus ditempuh dengan
berjalan kaki. Kalau cepet seperti kami berempat membutuhkan waktu 2,5 jam
untuk mencapai pantai Pulau Sempu. Tapi ternyata ada juga yang lama sampai 6
jam perjalanan. Memang medan yang ditempuh tidaklah mudah. Tanah di dalam hutan
yang becek dan berlumpur karena musim penghujan menjadi tantangan tersendiri.
Medan curam, ada pohon tumbang dan berkarang pun tak dapat dipungkiri. Tapi
inilah yang membuat Pantai Pulau Sempu menjadi begitu indah.
Proses mencapainya yang berat membuat tempat
tujuan menjadi begitu menkjubkan ketika sampai. Tapi memang benar Pulau Sempu
patut disebut Surga kecil yang sengaja Allah titipkan untuk Indonesia di Malang.
Pasirnya, airnya, pemandangannya, kereeeeeen banget deh. Dan kami berempat
putuskan untuk nge-camp semalam di
Pulau Sempu ini.
Nah, ceritanya persediaan air minum yang
kami bawa kurang tuh. Inisiatifnya, kami pun masak mie Indomie goreng dengan
menggunakan air laut saat merebus mie-nya. Niatnya sih biar menghemat air minum
yang kami bawa. Saat mie sudah matang, kami tiriskan tuh terus kami campurkan semua
bumbu2nya. Tak disangka ternyata rasanya, jeng jeng jeng . . . .
Uaaaaasine, Rek. Heheee
Yaiyalah orang ngerebusnya pake air laut,
hahaha. Lupaaaaa
Sayang sekali kalau tidak dihabiskan, akhirnya
diakali dengan merebus telur. Setidaknya bisa menetralkan rasa asin mie
gorengnya lah. :) Dan bisa habis juga mienya, heheee. Alhamdulillah...
Sedikit demi sedikit ditemani dengan “Sempu
lawak club” yang kocak abis. Cara bicaranya, logat Jawanya, omongannya yang
nadanya lucuuuu abis dah,hahahahaaa. Sepertinya Mun bakal kangen dengan logat
jawa tersebut ketika pulang ke Bogor nanti.hehe
Itulah kisah kami bersama Indomie di Pulau
Sempu. Bagaimana dengan kisahmu?? :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar