TIPS SAAT MENDAFTAR BEASISWA
@bemkmipb_kesmah
Pendidikan adalah hak segala bangsa. Berawal dari jenjang
Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),
Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga berlanjut ke jenjang kuliah di Perguruan
Tinggi. Banyak generasi muda yang tidak melanjutkan pendidikan sampai ke
jenjang Perguruan Tinggi karena alasan keterbatasan ekonomi.
“Tidak ada biaya untuk kuliah.”
“Kuliah mahal, gak ada uang orang tua ku”
“Kuliah ngabisin banyak uang, mending kerja aja setelah lulus
SMA”
dsb.....
Itulah
tantangannya. Semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin banyak pula rintangan
yang harus dihadapi. Padahal jika generasi muda tahu, pasti ada solusi dari masalah
tersebut. Salah satunya adalah coba mendaftar #BEASISWA. Contohnya saja di
Institut Pertanian Bogor, kampus kita. Ada banyak beasiswa yang bisa di apply oleh semua mahasiswa IPB baik
tingkat pertama ataupun tingkat akhir. Kategori #BEASISWA dibagi menjadi 4
yakni beasiswa prestasi, beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu, beasiswa
penelitian dan beastudi.
Beasiswa Prestasi diberikan sebagai apresiasi prestasi yang
telah dicapai baik prestasi dalam akademik (ditunjukkan dengan IPK tinggi)
maupun non akademik (ditunjukkan dengan adanya sertifikat kejuaraan yang pernah
diikuti) contohnya PPA, Tanoto Foundation, Beswan Djarum, dsb
Beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu diberikan kepada
mahasiswa yang kurang mampu (ditunjukkan dengan adanya Surat Keterangan Tidak
Mampu) dengan harapan dapat meringankan biaya hidup penerima beasiswanya dan
membantu meringankan biaya kuliahnya juga). Contohnya Bidikmisi dan BBP.
Beasiswa penelitian merupakan beasiswa yang diperuntukkan
mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalankan penelitiannya dengan harapan
dapat membantu secara finansial penerima beasiswanya dalam menyelesaikan
penelitiannya. Contohnya BIC dan beasiswa penelitian Jabar.
Beastudi adalah adalah beasiswa yang tidak hanya memberikan
bantuan materi saja melainkan sekaligus mewajibkan penerima beasiswanya untuk
mengikuti pelatihan dan pembinaan selama menerima beastudi tersebut. Contohnya
Beastudi Muda PKPU dan PPSDMS.
Yang jelas ada 67 donatur beasiswa yang terdaftar di IPB. Dan
asal generasi muda tahu, di IPB itu terkenal dengan slogan “Bukan Mahasiswa yang Mencari Beasiswa
Melainkan Beasiswalah yang Mencari Mahasiswa.” Karena seperti tagline
Direktorat Kemahasiswaan IPB à STUDENT FIRST : trust,
respect, responsibility
Nah, walaupun beasiswa yang mencari mahasiswa, Ditmawa tidak
asal menerima mahasiswa yang mendaftarkan diri. Tetep syarat dan ketentuan
berlaku ya. Biasanya dalam seleksi beasiswa ada beberapa hal yang diperhatikan,
diantaranya :
1.
Kelengkapan berkas (termasuk daftar online juga ya
generasi muda). Kelengkapan berkas adalah hal pertama yang biasanya dicek dalam
menyeleksi beasiswa. Berkasnya ada lengkap dan harus sudah daftar online juga.
2.
Gerbang penentu beasiswa. Jika beasiswa prestasi maka IPK lah
yang selanjutnya dilihat. Memenuhikah IPK generasi muda pelamar beasiswa atau
tidak. Jika beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu maka penghasilan kotor
orangtualah yang dilihat setelah kelengkapan berkas (dikuatkan dengan adanya
SKTM “Surat Keterangan Tidak Mampu”).
3. Kebenaran informasi yang disampaikan. Hal ini dilihat dari kesesuaian info yang diberikan
antara data diberkas dengan data online. Nah, jadi kalau generasi muda salah
mengetik data saat online atau salah nulis diberkas, langsung konfirmasi ke
pihak Ditmawa selaku penyeleksi beasiswa tersebut ya supaya tidak ada prasangka-prasangka
yang bisa membatalkan generasi muda mendapatkan beasiswa tersebut.
4. Tulisan dan kerapian berkas. Biasanya selain form online kan ada formulir yang harus
diisi dengan tulisan tangan, nah, faktor kerapian tulisan juga berpengaruh lho
generasi muda. Bukan penentu diterima atau tidaknya tapi bisa mempengaruhi
penilaian panitia penyeleksi beasiswa untuk memberikan rekomendasi diterima
atau tidaknya generasi muda di beasiswa tersebut. Kerapian dalam memyusun
berkas juga bisa berpengaruh generasi muda. Karena hal tersebut menunjukkan
karakter dan kepribadian diri generasi muda.
5. Ketepatan waktu dalam mengumpulkan berkas. Siapa yang mengumpulkan berkas lebih
dahulu tentunya akan mempunyai kesempatan lebih besar diterima dibandingkan
dengan yang telat mengumpulkan berkas. Bahasa singkatnya siapa cepat dia dapat.
Tentunya masih dengan memperhatikan empat poin sebelumnya.
Nah itu generasi muda lima hal yang biasanya diperhatikan
saat menyeleksi beasiswa. Tentunya ada faktor lain juga yang mempengaruhi selain
lima hal yang disebutkan di atas. Tetapi seringnya lima hal di ataslah yang
menjadi pertimbangan utamanya. Ohya generasi muda, ada hal penting terakhir
yang lupa disampaikan yakni perjuangan.
Seberapa besar perjuangan generasi muda dalam mendapatkan beasiswa. Perjuangan
/ kegigihan generasi muda akan menjadi poin plus tersendiri yang terkadang bisa
mempengaruhi direkomendasikan atau tidak pada beasiswa tersebut. Perjuangan /
kegigihan ini menunjukkan seberapa butuh kah generasi muda terhadap beasiswa tersebut.
Jadi jangan pernah berhenti berusaha kalau memang generasi muda membutuhkan dan
meninginkan beasiswa tersebut.
Intinya, jadikan keterbataan ekonomi sebagai ALASAN TERAKHIR dalam menuntut ilmu
(pendidikan). Karena selama ini, di IPB tidak ada mahasiswa yang dikeluarkan
hanya karna tidak bisa bayar uang kuliah. Sekian.
Terima kasih
Suwun J
Munawaroh/H44110015
Sekretaris
Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa
Badan Eksekutit
Mahasiswa Keluarga Mahasiswa
@bemkmipb_kesmah
#KABARBEASISWA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar